Gencatan Senjata Disepakati, AS dan Iran Saling Klaim Unggul di Medan Konflik

Iran
ilustrasi USA vs IRAN. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Setelah lebih dari sebulan ketegangan militer di Timur Tengah, Amerika Serikat dan Iran akhirnya menyepakati gencatan senjata sementara selama dua pekan. Namun di balik jeda konflik tersebut, kedua pihak justru sama-sama mengklaim diri sebagai pemenang.

Kesepakatan ini diumumkan setelah Presiden AS Donald Trump memutuskan menangguhkan serangan terhadap Iran, dengan syarat utama pembukaan kembali Selat Hormuz. Iran kemudian menyatakan bersedia membuka jalur strategis tersebut selama masa gencatan senjata berlangsung.

Di Teheran, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran langsung merespons dengan nada optimistis. Mereka menilai Iran berhasil memaksa Washington menerima sejumlah poin penting dalam negosiasi.

Advertisement
Baca Juga :  Dolar AS Menguat Terhadap Mata Uang Asia, Rupiah Ikut Tertekan

“Iran telah memaksa Amerika Serikat menerima rencana kami,” demikian pernyataan dewan tersebut, seperti dikutip dari laporan media pemerintah Iran.

Dalam klaimnya, Iran menyebut AS pada prinsipnya setuju mencabut sanksi, menarik pasukan dari kawasan, hingga mengakui kendali Iran atas Selat Hormuz. Selain itu, pengelolaan jalur pelayaran disebut akan dilakukan dengan koordinasi militer Iran.

“Penting untuk menjaga persatuan nasional dan melanjutkan perayaan kemenangan,” lanjut pernyataan tersebut.

Meski demikian, Iran tetap menunjukkan sikap waspada.

“Tangan kami tetap di pelatuk. Kesalahan sekecil apa pun akan kami balas dengan kekuatan penuh,” tegas pihak dewan.

Di sisi lain, Trump juga menyampaikan klaim kemenangan dari perspektif Washington. Dalam wawancara dengan AFP, ia menyebut kesepakatan ini sebagai keberhasilan penuh.

Baca Juga :  RSUD Kota Bogor Tangani Korban Musala Ambruk, Termuda Balita 2,5 Tahun

“Kemenangan total dan sepenuhnya. Seratus persen,” ujar Trump.

Ia juga menyebut bahwa kerangka kesepakatan jangka panjang mulai terbentuk, termasuk pembahasan proposal yang diajukan Iran.

“Kita sudah memiliki kerangka kesepakatan yang kuat. Kita lihat apakah ini akan benar-benar terwujud,” katanya.

Meski kedua pihak mengumumkan nada optimisme, situasi di lapangan masih menyisakan ketidakpastian.

Gencatan senjata ini dinilai baru menjadi jeda sementara, sementara negosiasi lanjutan—yang direncanakan berlangsung dalam waktu dekat—akan menjadi penentu apakah konflik benar-benar mereda atau kembali memanas.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel