Yogurt Bisa Berbahaya, Ini 6 Tanda yang Harus Diwaspadai

yogurt
iluustrasi yogurt. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di balik manfaatnya sebagai makanan sehat, yogurt tetap memiliki batas kesegaran yang tidak boleh diabaikan. Produk fermentasi ini memang identik dengan rasa asam, namun perubahan tertentu bisa menjadi tanda bahwa yogurt sudah tidak layak konsumsi dan berisiko bagi kesehatan.

Kesadaran mengenali tanda-tanda yogurt basi menjadi penting, terutama untuk mencegah gangguan pencernaan.

Pasalnya, penyimpanan yang kurang tepat, paparan udara, hingga perubahan suhu dapat mempercepat proses pembusukan, meski yogurt disimpan di dalam kulkas.

Advertisement

Tanda yogurt mulai tidak layak konsumsi

Perubahan pada yogurt tidak selalu berarti normal. Dalam banyak kasus, justru menjadi sinyal awal adanya kontaminasi mikroba.

  1. Aroma berubah tajam
    Yogurt segar biasanya memiliki aroma asam yang ringan. Namun, jika tercium bau menyengat seperti tengik, amis, atau mirip susu basi, kondisi ini patut diwaspadai. Bau tidak normal umumnya muncul akibat pertumbuhan bakteri atau jamur selama penyimpanan.
  2. Tekstur tidak lagi konsisten
    Perubahan tekstur menjadi salah satu indikator yang mudah dikenali. Yogurt yang semula lembut bisa berubah terlalu cair, berlendir, atau justru menggumpal tidak merata. Kondisi ini menandakan adanya aktivitas mikroorganisme yang berpotensi mengganggu kesehatan.
  3. Warna tampak tidak wajar
    Secara umum, yogurt memiliki warna putih atau krem. Jika muncul perubahan menjadi kekuningan, kehijauan, atau terdapat bercak hitam, biru, maupun merah muda, besar kemungkinan produk telah terkontaminasi. Bahkan jika hanya sebagian kecil berubah, sebaiknya tetap tidak dikonsumsi.
  4. Rasa berubah ekstrem
    Rasa asam memang khas yogurt, tetapi jika berubah menjadi sangat asam, pahit, atau getir, hal ini bisa menjadi tanda fermentasi berlebih atau pembusukan. Perubahan rasa sering kali muncul meski tampilan fisik masih terlihat normal.
  5. Kemasan menggelembung
    Kondisi kemasan juga perlu diperhatikan. Jika wadah yogurt tampak menggembung, terasa keras, atau mengeluarkan bunyi saat dibuka, hal ini menandakan adanya gas dari aktivitas mikroba. Produk dengan kondisi seperti ini sebaiknya tidak dikonsumsi.
  6. Muncul jamur di permukaan
    Tanda paling jelas adalah adanya jamur. Biasanya terlihat sebagai bercak berwarna hijau, hitam, biru, atau merah muda dengan tekstur berbulu. Jika ini terjadi, seluruh isi yogurt harus dibuang karena kontaminasi kemungkinan sudah menyebar.
Baca Juga :  Sisa Minuman Botol Disimpan di Kulkas, Aman Sampai Kapan?

Cara menjaga yogurt tetap aman

Agar tetap aman dikonsumsi, yogurt sebaiknya disimpan di dalam kulkas dengan suhu stabil sekitar 4°C. Kemasan perlu ditutup rapat setelah dibuka, dan pengambilan produk harus menggunakan alat yang bersih untuk mencegah kontaminasi.

Baca Juga :  Tips Menyimpan Daging Kurban di Kulkas, Anti Bau dan Anti Basi

Selain itu, yogurt tidak boleh dibiarkan terlalu lama di suhu ruang. Tanggal kedaluwarsa juga penting diperhatikan, meski bukan satu-satunya acuan. Jika sudah muncul tanda-tanda kerusakan, sebaiknya tidak dikonsumsi meskipun masih dalam masa berlaku.

Mengabaikan kondisi yogurt yang sudah berubah dapat berdampak pada kesehatan, mulai dari mual, muntah, hingga diare. Risiko ini lebih besar pada anak-anak, lansia, dan individu dengan daya tahan tubuh rendah.***

Editor : Syafira

Sumber : alodokter.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel