Tragedi Lebarun 2026 Paksa ALTI Evaluasi Total Kompetisi Trail Run

ALTI
Ketua Umum Pengurus Pusat ALTI, Bima Arya Sugiarto. Foto : Dok. beritanasional.com/panji.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan dan keamanan seluruh penyelenggaraan kompetisi lari trail di Indonesia. Langkah itu diambil menyusul meninggalnya seorang peserta dalam ajang LEBARUN 2026 di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Sabtu (28/3/2026).

Ketua Umum Pengurus Pusat ALTI, Bima Arya Sugiarto menegaskan, evaluasi ini bersifat menyeluruh dan mencakup aspek keselamatan, keamanan, serta kepatuhan perizinan dari seluruh penyelenggara kompetisi lari trail yang bernaung di bawah organisasinya.

“Kami akan segera melakukan evaluasi menyeluruh serta pembenahan terkait standar keselamatan dan keamanan pada seluruh penyelenggaraan kompetisi lari trail di Indonesia,” ujar Bima Arya kepada wartawan, Selasa (31/3/2026).

Advertisement
Baca Juga :  Peserta Trail Run Lebarun 2026 Meninggal Dunia, Mulut Berbusa

Peserta yang meninggal diidentifikasi sebagai Rosyi Adiputra Firdaus (34), warga Kabupaten Bekasi. Ia diduga mengalami kelelahan saat berada di KM 5, Kampung Gunung Pipisan, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang. Kejadian itu kini menjadi sorotan publik terhadap tata kelola keselamatan olahraga ekstrem di Indonesia.

Bima, yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri, mengingatkan seluruh penyelenggara untuk mematuhi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, khususnya menyangkut aspek keselamatan, keamanan, dan perizinan.

Baca Juga :  Ketua Komisi III DPRD Bogor Kabupaten dan Wabup Turun Langsung ke Lokasi Banjir Cigudeg

Ia menekankan bahwa tanggung jawab atas keselamatan peserta sepenuhnya berada di pundak penyelenggara, terlepas dari karakter olahraga trail run yang menuntut kemandirian individu.

“Setiap penyelenggara kompetisi lari trail bertanggung jawab penuh terhadap keselamatan dan keamanan peserta, meskipun karakter olahraga ini menuntut kemandirian individu,” kata Bima.

Bima berharap kejadian ini menjadi momentum perbaikan tata kelola keselamatan olahraga trail run secara nasional agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel