TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di tengah polemik yang belum mereda, Senegal memilih menunjukkan sikap tegas. Tim berjuluk Singa Teranga itu tetap memamerkan trofi Piala Afrika 2025 meski status juara mereka telah dicabut oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
Aksi tersebut terlihat saat Senegal menggelar parade sederhana di Stade de France, Minggu (29/3/2026) dini hari WIB, menjelang laga uji coba melawan Peru. Para pemain dan staf tim tampak mengangkat trofi di hadapan publik, seolah menegaskan bahwa mereka masih menganggap diri sebagai juara.
Keputusan CAF mencabut gelar Senegal dipicu insiden kontroversial di partai final melawan Maroko. Saat itu, Senegal dinilai melakukan aksi walk-out pada masa injury time babak kedua setelah wasit memberikan penalti kepada Maroko.
Akibat tindakan tersebut, CAF kemudian menetapkan kemenangan 3-0 untuk Maroko. Namun, keputusan itu menuai kritik karena baru diumumkan dua bulan setelah pertandingan final berlangsung.
Tidak tinggal diam, Senegal langsung menempuh jalur hukum dengan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pada 24 Maret 2026. Proses ini masih berjalan hingga kini.
Sambil menunggu hasil banding, Senegal tetap merayakan trofi yang mereka raih di lapangan. Langkah ini sekaligus menjadi simbol perlawanan terhadap keputusan otoritas sepak bola Afrika yang mereka anggap tidak adil.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































