TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kue kering menjadi salah satu sajian yang hampir selalu hadir saat perayaan Idul Fitri. Namun, banyaknya stok kue sering kali membuat sebagian tidak langsung habis dikonsumsi. Jika tidak disimpan dengan benar, kue kering berisiko melempem, berubah aroma, hingga berjamur.
Agar tetap renyah dan tahan lama, ada sejumlah langkah sederhana yang bisa dilakukan dalam proses penyimpanan kue kering.
Salah satu hal penting adalah memastikan kue telah matang sempurna sebelum disimpan. Kue yang masih setengah matang atau mengandung kelembapan tinggi cenderung lebih cepat rusak. Proses pemanggangan dengan suhu stabil dan waktu yang tepat menjadi kunci untuk menghasilkan tekstur yang kering dan renyah.
Selain itu, kue sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke dalam wadah saat masih panas. Uap air yang dihasilkan dari kue hangat dapat terperangkap di dalam stoples dan menyebabkan kelembapan. Oleh karena itu, kue perlu didinginkan terlebih dahulu pada suhu ruang, idealnya sekitar 30 menit, hingga benar-benar dingin.
Penggunaan wadah juga berperan besar dalam menjaga kualitas kue. Wadah kedap udara dinilai efektif untuk mempertahankan kerenyahan karena dapat mencegah masuknya udara dari luar. Jika tidak tersedia, stoples biasa tetap bisa digunakan selama ditutup rapat.
Kebersihan wadah penyimpanan pun tidak boleh diabaikan. Stoples yang digunakan harus dalam kondisi bersih dan kering agar tidak memengaruhi rasa maupun aroma kue. Wadah yang masih lembap berpotensi membuat kue cepat melempem.
Dengan penyimpanan yang tepat, kue kering dapat bertahan lebih lama dan tetap nikmat disajikan, terutama saat momen berkumpul bersama keluarga di hari raya.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































