
TIMETODAY.ID, BOGOR – Bogor tercatat sebagai satu dari lima daerah yang dipercaya pemerintah pusat menjalankan program konversi sampah jadi listrik. Penunjukan itu tertuang dalam Perpres Nomor 109 Tahun 2025 yang mendorong percepatan pemanfaatan energi terbarukan berbasis limbah perkotaan.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menilai program ini sekaligus menjawab dua tantangan yang selama ini membayangi kota, tumpukan sampah yang tak kunjung tuntas dan kebutuhan energi yang terus tumbuh. Ia menegaskan, seluruh persiapan teknis dan kesiapan lahan harus tuntas sebelum pengembang mulai bergerak agar proyek tidak tersandung hambatan di tengah jalan.
“Bogor sudah lama memerlukan solusi permanen terkait sampah. Proyek ini jawaban yang paling masuk akal sekaligus menguntungkan,” ujar Dedie, Kamis (5/3/2026).
Danantara mengambil peran sebagai penopang pembiayaan. Direktur Investasi Danantara, Fadli Rahman, menyampaikan bahwa keterlibatan Danantara bukan semata urusan pendanaan, melainkan juga memastikan kelayakan teknis proyek dari hulu ke hilir. Persiapan lahan di lokasi yang telah ditetapkan, termasuk pembersihan kawasan dan penyesuaian kontur tanah, disebut sudah mulai digarap.
“Proyek seperti ini yang kami cari, dampaknya ganda, untuk lingkungan sekaligus untuk kemandirian energi daerah,” kata Fadli.
Tahapan lelang pengembang kini hampir rampung. Bila berjalan sesuai target, proyek ini kelak bisa menjadi model bagi daerah lain dalam mengurai persoalan sampah sekaligus memanen manfaatnya sebagai energi.




































