PM Inggris Keir Starmer Setujui Pangkalan Militer Dipakai AS Lawan Ancaman Iran

Keir Starmer
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Foto: BBC

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan pemerintahannya mengizinkan Amerika Serikat menggunakan sejumlah pangkalan militer di wilayah Inggris untuk melancarkan operasi pertahanan terhadap Iran.

Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya menghancurkan sistem rudal dan peluncur milik Iran di tengah meningkatnya ketegangan keamanan kawasan Timur Tengah.

Dalam pidato video yang diunggah melalui media sosial, Starmer menegaskan bahwa Inggris tidak terlibat dalam serangan awal terhadap Iran dan tidak akan mengambil bagian dalam operasi ofensif.

Advertisement

“Kami tidak terlibat dalam serangan awal terhadap Iran dan kami tidak akan bergabung dalam aksi ofensif sekarang,” ujar Starmer, dikutip dari laporan Agence France-Presse (AFP), Senin (2/3/2026).

Baca Juga :  Warga Parungpanjang Sambut Hangat Jaro Ade, Serukan Partisipasi Pemilih di Pilkada Bogor 2024

Meski demikian, ia menilai situasi keamanan kawasan menuntut respons pertahanan bersama negara-negara sekutu.

“Tetapi Iran sedang menjalankan strategi bumi hangus, jadi kami mendukung pertahanan diri kolektif sekutu dan rakyat kami di kawasan ini,” imbuhnya.

Starmer menegaskan keputusan pemerintah Inggris untuk tidak terlibat langsung dalam serangan militer terhadap Iran diambil dengan mempertimbangkan stabilitas global.

Baca Juga :  Pertemuan Panas di Doha, Dunia Islam Kompak Bela Qatar Usai Serangan Israel

“Terutama karena kami percaya bahwa jalan terbaik bagi kawasan dan dunia adalah penyelesaian melalui negosiasi,” katanya.

Sebelumnya, Inggris bersama Prancis dan Jerman mengeluarkan pernyataan bersama pada Minggu (1/3) waktu setempat. Ketiga negara Eropa tersebut menyatakan kesiapan mereka untuk melindungi kepentingan nasional serta sekutu di kawasan Teluk, termasuk melalui langkah-langkah defensif jika situasi keamanan semakin memburuk.

Pernyataan ini menandai meningkatnya kewaspadaan negara-negara Barat terhadap eskalasi konflik yang berpotensi memperluas ketegangan geopolitik di Timur Tengah.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel