
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Isu rasisme kembali mencoreng Liga Champions. Pemain Benfica, Gianluca Prestianni, dituding melontarkan ujaran rasial kepada Vinicius Junior dalam laga di Lisbon pekan lalu. Insiden itu terjadi tak lama setelah Vinicius mencetak gol ke gawang tuan rumah.
Vinicius langsung melapor kepada wasit Francois Letexier, yang kemudian menghentikan pertandingan selama delapan menit sesuai protokol anti-rasisme UEFA. Situasi tersebut memicu sorotan luas, terlebih kasus serupa kerap menimpa pemain asal Brasil itu.
UEFA telah menjatuhkan sanksi awal kepada Prestianni dengan melarangnya tampil pada leg kedua play-off 16 besar Liga Champions di Santiago Bernabeu. Namun kubu Real Madrid menilai langkah lebih tegas diperlukan.
Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, berharap momen ini menjadi titik balik dalam perang melawan rasisme.
“Kami memiliki kesempatan besar untuk menandai titik balik dalam perjuangan melawan rasisme. UEFA punya peluang untuk melakukan lebih dari sekadar slogan atau spanduk sebelum pertandingan,” ujarnya kepada The Guardian.
Kiper Madrid, Thibaut Courtois, juga menyerukan hal serupa. Ia menyebut kasus ini harus menjadi momentum bagi sepakbola untuk mengakhiri segala bentuk diskriminasi.
“Ini adalah momen yang tepat bagi sepakbola untuk mengakhiri hal-hal seperti ini. Kami 100% percaya pada Vini,” tegas Courtois.
Courtois mengakui bahwa Benfica tentu akan membela pemainnya. Karena itu, ia menyerahkan sepenuhnya proses investigasi kepada UEFA agar keputusan yang diambil dapat menjadi pesan kuat bagi dunia sepakbola.
Kasus ini kembali menegaskan bahwa perjuangan melawan rasisme belum usai. Kini, semua mata tertuju pada keputusan UEFA dan dampaknya terhadap upaya menciptakan sepakbola yang lebih inklusif. (MG7)
Editor : Davin
Sumber : detiksport.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































