TIMETODAY.ID, JAKARTA — Bagi banyak orang, softlens atau lensa kontak bukan lagi sekadar alat bantu penglihatan. Kehadirannya menjadi bagian dari gaya hidup modern—praktis, ringan, sekaligus menunjang penampilan. Namun di balik kenyamanan tersebut, penggunaan softlens menyimpan risiko kesehatan mata yang tidak boleh dianggap sepele.
Berbeda dengan kacamata, softlens bersentuhan langsung dengan permukaan mata. Artinya, sedikit saja kesalahan dalam perawatan dapat membuka peluang infeksi, iritasi, bahkan gangguan penglihatan serius.
Karena itu, memahami cara merawat softlens sejak awal pemakaian menjadi langkah penting untuk menjaga mata tetap sehat dan nyaman.
Risiko Infeksi Lebih Tinggi
Masih banyak pengguna softlens yang tanpa sadar melakukan kebiasaan berbahaya, seperti membilas lensa dengan air keran atau tetap memakainya saat tidur. Padahal, kebiasaan sederhana ini dapat meningkatkan risiko infeksi mata, termasuk keratitis—peradangan kornea yang berpotensi merusak penglihatan.
Perawatan yang benar tidak hanya menjaga kebersihan lensa kontak, tetapi juga memperpanjang masa pakainya.
Langkah Dasar Merawat Softlens
Agar penggunaan softlens tetap aman, beberapa kebiasaan sederhana berikut perlu dilakukan secara konsisten:
- Selalu cuci tangan sebelum menyentuh softlens
Kebersihan tangan menjadi pertahanan pertama melawan kuman. Gunakan sabun dan air mengalir, lalu keringkan tangan dengan tisu atau handuk bersih sebelum memegang lensa. - Gunakan cairan khusus softlens
Softlens hanya boleh dibersihkan menggunakan cairan khusus. Air keran atau air mineral tidak mampu membunuh mikroorganisme dan justru berisiko membawa parasit berbahaya ke mata. - Bersihkan lensa setiap selesai dipakai
Teteskan cairan pembersih pada lensa, gosok perlahan sekitar 10–20 detik, lalu bilas dengan cairan baru sebelum disimpan dalam wadah steril. - Ganti cairan rendaman setiap hari
Cairan lama bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur. Jangan pernah mencampur cairan lama dengan cairan baru. - Jaga kebersihan wadah softlens
Wadah juga perlu dibersihkan setiap hari dan diganti setiap 1–3 bulan agar tidak menjadi sumber kontaminasi.
Hindari Kesalahan yang Sering Terjadi
Selain perawatan harian, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari:
- memakai softlens saat tidur tanpa izin dokter,
- menggunakan softlens ketika berenang atau berendam,
- tetap memakai softlens saat mata merah atau iritasi.
Air kolam, laut, maupun kondisi mata yang tidak sehat dapat membuat kuman menempel pada lensa dan memicu gangguan serius.
Perhatikan Penggunaan Obat Mata
Tidak semua obat tetes mata aman digunakan bersama softlens. Jika harus memakai obat mata, lepaskan lensa terlebih dahulu dan tunggu sekitar 15–30 menit sebelum memasangnya kembali. Konsultasi dengan dokter mata tetap menjadi pilihan paling aman.
Dampak Jika Perawatan Salah
Perawatan softlens yang tidak tepat bisa menyebabkan berbagai masalah, mulai dari konjungtivitis, alergi mata, hingga keratitis. Bahkan, softlens yang kotor atau rusak dapat menggores permukaan mata tanpa disadari.
Karena itu, jangan abaikan tanda-tanda seperti mata merah, perih, gatal, atau pandangan kabur setelah memakai softlens. Segera lepaskan lensa dan periksa kondisi mata bila keluhan tidak membaik.
Pada akhirnya, memakai softlens bukan hanya soal kenyamanan atau estetika. Kebiasaan kecil—mulai dari mencuci tangan hingga rutin mengganti cairan—menjadi kunci utama menjaga kesehatan mata dalam jangka panjang.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































