TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pemerintah Inggris menegaskan tidak memberikan izin kepada Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militernya dalam mendukung potensi serangan terhadap Iran. Keputusan ini menjadi sorotan karena AS sebelumnya kerap memanfaatkan pangkalan militer Inggris, seperti RAF Fairford di Gloucestershire dan wilayah Diego Garcia di Samudra Hindia, untuk operasi di Timur Tengah.
“Ada proses politik yang sedang berlangsung antara AS dan Iran, yang didukung oleh Inggris. Iran tidak akan pernah boleh mengembangkan senjata nuklir, dan prioritas kami adalah keamanan di kawasan ini.” Seorang juru bicara pemerintah Inggris menegaskan, seperti dikutip dari BBC, Jumat (20/2/2026).
Presiden AS Donald Trump sebelumnya sempat memperingatkan kemungkinan serangan jika Iran menolak mencapai kesepakatan. Dalam unggahan di media sosial Truth Social, Trump menulis.
“Jika Iran memutuskan untuk tidak membuat kesepakatan, mungkin perlu bagi Amerika Serikat untuk menggunakan Diego Garcia, dan lokasi Pangkalan Udara [RAF] di Fairford [Gloucestershire], untuk memberantas potensi serangan oleh rezim yang sangat tidak stabil dan berbahaya.”
Meski begitu, baik RAF Fairford maupun Diego Garcia tidak digunakan dalam serangan AS tahun lalu terhadap fasilitas nuklir Iran. Saat itu, sumber senior pertahanan Inggris mengatakan Washington tidak meminta izin terlebih dahulu.
Sebelumnya, kedua pangkalan militer Inggris tersebut sempat digunakan oleh AS untuk operasi militer merebut kapal tanker Bella 1 awal tahun ini. Namun, operasi itu berlangsung dengan dukungan penuh dari pemerintah Inggris, yang menyatakan tindakan tersebut sah menurut hukum internasional.
Berdasarkan perjanjian bilateral yang telah lama berlaku, setiap operasi militer AS menggunakan pangkalan militer Inggris harus terlebih dahulu mendapatkan izin resmi dari London. Penolakan kali ini menegaskan batasan peran Inggris dalam potensi eskalasi militer terhadap Iran, sekaligus menekankan fokus diplomasi dan keamanan regional.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































