Barongsai dan Jejak Budaya Tionghoa di Indonesia

barongsai
Ilustrasi barongsai. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Tarian barongsai selalu menjadi pertunjukan yang dinantikan saat perayaan Tahun Baru Imlek. Kesenian asal Tiongkok ini telah ada sejak sekitar 4.000 tahun lalu dan menjadi bagian penting dari tradisi masyarakat Tionghoa.

Masuknya barongsai ke Indonesia tidak terlepas dari peran leluhur etnis Tionghoa yang datang dan menetap di Nusantara. Lalu bagaimana sejarah awal kemunculannya?

Bermula dari Semarang

Mengacu pada publikasi ilmiah berjudul Fungsi dan Makna Kesenian Barongsai bagi Masyarakat Etnis Cina Semarang (2009) karya Bintang Hanggoro Putra, tradisi barongsai di Indonesia bermula dari Kota Semarang.

Advertisement

Pada abad ke-15, wilayah tersebut disinggahi armada Tiongkok yang diutus oleh Zhu Di dari Dinasti Ming untuk melakukan pelayaran ke Laut Selatan. Armada itu dipimpin oleh Zheng He atau Laksamana Cheng Ho, dengan salah satu tokoh penting bernama Wang Jinghong.

Baca Juga :  4 Fakta Menarik Seputar Cap Go Meh, Intip Yuk Ada Apa Saja!

Dalam perjalanan, Wang Jinghong jatuh sakit sehingga rombongan singgah di pelabuhan Simongan, Semarang. Ia kemudian beristirahat di sebuah gua hingga kondisinya pulih. Seiring waktu, Wang Jinghong merasa nyaman dan menetap di Semarang, membangun rumah, membuka lahan, hingga menikah dengan perempuan setempat.

Sebagai bentuk penghormatan kepada Zheng He, Wang Jinghong mendirikan patung sang laksamana. Lokasi tersebut kini dikenal sebagai Klenteng Sam Poo Kong atau Gedong Batu, yang hingga kini ramai dikunjungi saat perayaan Imlek.

Di tempat inilah pertunjukan Liong dan Samsi diperkenalkan. Keduanya kemudian berkembang menjadi cikal bakal pertunjukan barongsai di Indonesia.

Makna Mendalam di Balik Pertunjukan

Barongsai bukan sekadar hiburan. Dalam buku Anak, Kreativitas, dan Seninya (Musik) (2020) karya Nandhy Prasetyo, dijelaskan bahwa barongsai memiliki makna filosofis yang kuat, berkaitan dengan ajaran Konghucu.

Baca Juga :  Tonggak Baru Otomotif China: Chery Siap Ekspor Lebih dari 5 Juta Mobil ke Dunia

Menurut perspektif Perkumpulan Budi Abadi (PBA) Yogyakarta, setiap unsur dalam pertunjukan barongsai memiliki arti tersendiri, mulai dari kepala barongsai, bedug besar dan kecil, simbal, kecrek, hingga drum.

Makna pertunjukan juga dapat berbeda tergantung penyajiannya:

  1. Jika pentas dilakukan terpisah dengan musik, tujuannya untuk memadukan ritual dalam bentuk penyelarasan suara diri dengan orang lain.

  2. Jika pentas disatukan dengan musik, pertunjukan dimaknai sebagai upaya memperoleh hubungan timbal balik kebutuhan.

Sejarah panjang tersebut menjadikan barongsai bukan hanya simbol perayaan Imlek, tetapi juga bagian dari jejak akulturasi budaya Tionghoa di Indonesia.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel