Pesawat Smart Air Ditembaki KKB, 11 Bandara Papua Ditutup Sementara

Papua
Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan. Foto: Dok. Kemenhub

TIMETODAY.ID, JAKARTA —Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menutup sementara 11 bandara di sejumlah wilayah Papua menyusul insiden penembakan pesawat milik Smart Air oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Peristiwa yang terjadi di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Rabu (11/2/2026) itu menewaskan pilot dan kopilot.

 Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa, mengatakan penghentian operasional dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan, menunggu kondisi keamanan benar-benar kondusif.

“Kegiatan operasional pada bandara-bandara tersebut akan dibuka kembali setelah mendapat pengamanan dari aparat TNI/Polri dan kondisi keamanan dinyatakan kondusif serta memenuhi standar keselamatan penerbangan,” kata Lukman dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).

Advertisement
Baca Juga :  Jaro Ade Salurkan Rp100 Juta untuk Renovasi Masjid Cileungsi

Sebanyak 11 bandara yang ditutup sementara antara lain Satpel Koroway Batu, Bandara Bomakia, Satpel Yaniruma, Satpel Manggelum, Lapter Kapiraya, Lapter Iwur, Lapter Faowi, Lapter Dagai, Lapter Aboi, Lapter Teraplu, dan Lapter Beoga.

Di sisi lain, operasional penerbangan di lima bandara yang dinilai rawan namun masih terkendali tetap berjalan karena berada di bawah pengamanan aparat TNI-Polri. Kelima bandara tersebut adalah Bandara Kiwirok, Bandara Moanamani, Satpel Sinak, Satpel Agandugume, dan Bandara Illu.

Lukman menegaskan pentingnya pengamanan penerbangan perintis di Papua yang menjadi urat nadi masyarakat di wilayah terpencil.

Baca Juga :  DPR Desak Kemenhub Evaluasi Kelayakan Maskapai di Papua

“Penerbangan perintis merupakan layanan vital dalam mendukung konektivitas masyarakat Papua, khususnya untuk akses kesehatan, pendidikan, distribusi logistik, serta mobilitas dasar masyarakat di wilayah terpencil, sehingga keamanannya sangat krusial dan harus dijaga,” ujarnya.

Insiden penembakan terjadi saat pesawat Smart Air berangkat dari Bandara Tanah Merah dengan membawa 13 penumpang. Dalam kejadian itu, Kapten Egon Erawan dan Kopilot Kapten Baskoro dilaporkan meninggal dunia.

Satgas Operasi Damai Cartenz mengidentifikasi pelaku sebagai bagian dari KKB Batalyon Kanibal dan Semut Merah. Aparat keamanan kini terus melakukan pengejaran terhadap kelompok tersebut.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel