Blind Box Dinilai Picu Perilaku Adiktif, Singapura Susun Regulasi Baru

blind box
Blind Box. Foto: planmyjapan.com

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pemerintah Singapura akan memberlakukan aturan baru terkait penjualan blind box guna menekan risiko yang berkaitan dengan praktik perjudian, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja.

Rencana tersebut diumumkan Menteri Dalam Negeri Singapura, K Shanmugam, saat menanggapi pertanyaan anggota parlemen Dennis Tan mengenai kemungkinan kewajiban pengungkapan peluang atau probabilitas pada produk blind box atau “gacha”.

Blind box merupakan paket tersegel yang berisi figur misteri atau barang koleksi dari suatu seri tertentu. Pembeli tidak mengetahui isi produk hingga kemasan dibuka, sehingga unsur ketidakpastian menjadi daya tarik utama.

Advertisement

Shanmugam menyatakan bahwa Kementerian Dalam Negeri bersama Otoritas Regulasi Perjudian telah mempelajari isu ini dan akan memperkenalkan ketentuan baru mengenai mekanisme penawaran blind box.

“Regulasinya sedang dirancang,” ujar Shanmugam dalam tanggapan tertulisnya.

Baca Juga :  2 WN Singapura Tewas Terdampak Erupsi Gunung Dukono, Kemlu RI Koordinasi dengan Kedubes

Ia menambahkan, usulan untuk mewajibkan pengungkapan peluang dan probabilitas secara terstandarisasi akan menjadi salah satu poin yang dipertimbangkan dalam regulasi tersebut.

Saat ini, berdasarkan Undang-Undang Pengendalian Perjudian yang berlaku di Singapura, beberapa layanan perjudian berisiko rendah seperti undian berhadiah (lucky draw) diperbolehkan melalui skema lisensi kelas tanpa perlu pengajuan izin khusus.

Namun, meningkatnya popularitas blind box memunculkan kekhawatiran dari berbagai pihak. Lembaga layanan sosial TOUCH Community Services menilai aktivitas berbasis peluang seperti ini berpotensi menimbulkan perilaku kompulsif.

Baca Juga :  Mobil Pegawai Kejaksaan Negeri Bogor Tabrak Tembok Gedung DPRD

Konselor utama TOUCH Community Services, Shawn Soh, menyebut bahwa sensasi ketidakpastian dan peluang mendapatkan barang langka dapat memicu sistem penghargaan di otak yang bersifat adiktif.

“Pembelian ini memberikan sensasi ketidakpastian dan potensi hadiah, yang dapat dengan cepat meningkat menjadi perilaku kompulsif,” ujarnya.

Menurutnya, kegagalan mendapatkan barang langka juga dapat memicu kecemasan hingga depresi, terutama pada kelompok usia muda.

Otoritas Regulasi Perjudian menyatakan rincian lebih lanjut mengenai ketentuan lisensi kelas untuk blind box atau mystery box akan diumumkan kemudian.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel