
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Thomas Frank resmi diberhentikan dari kursi manajer Tottenham Hotspur pada Rabu (11/2/2026). Performa buruk tim menjadi alasan utama pemecatan pelatih asal Denmark tersebut.
Spurs hanya meraih dua kemenangan dalam 17 pertandingan liga terakhir sejak November. Sisanya berakhir dengan enam hasil imbang dan sembilan kekalahan. Rentetan hasil negatif itu membuat Cristian Romero dan kolega terpuruk di posisi ke-16 klasemen Liga Inggris, hanya terpaut lima poin dari zona degradasi.
Namun bukan cuma soal hasil di lapangan. Laporan dari Telegraph menyebut, Frank juga kehilangan dukungan sebagian pemain karena sikapnya di ruang ganti. Ia dikabarkan terlalu sering menyebut Arsenal dalam berbagai kesempatan.
Sumber tersebut menyebut Frank kerap menjadikan Arsenal sebagai rujukan, baik sebelum maupun sesudah pertandingan, termasuk saat menghadapi The Gunners di Emirates Stadium.
“Dia terus-menerus membicarakan Arsenal kepada para pemain, dan mereka cepat bosan dengannya. Bahkan sebelum dan setelah pertandingan di Emirates, dia terus mengatakan betapa hebatnya Arsenal. Perasaan di antara beberapa pemain sangatlah ‘cukup sudah bicara tentang Arsenal’,” ujar sumber tersebut.
Sejak awal kedatangannya ke Spurs, Frank memang beberapa kali menyinggung Arsenal dalam konferensi pers. Bahkan belum lama ini, ia sempat menjadi sorotan setelah terlihat minum dari gelas berlogo Arsenal.
Hubungannya dengan sejumlah pemain juga sempat dipertanyakan. Dalam kekalahan dari Chelsea pada Oktober lalu, Micky van de Ven dan Djed Spence terlihat tidak menyalaminya di lapangan. Meski isu keretakan dibantah, momen tersebut memperkuat spekulasi soal renggangnya relasi Frank dengan sebagian skuad.
Kini Spurs harus bergerak cepat mencari pengganti, dengan situasi tim yang masih jauh dari aman di papan bawah klasemen. (MG7)
Editor : Davin
Sumber : detiksport.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































