Prabowo Siap Teken Kesepakatan Dagang dengan AS, Ekspor RI Berpotensi Melejit

dagang
Presiden Prabowo Subianto. foto: BPMI Setpres

TIMETODAY.ID, JAKARTA— Hubungan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat memasuki babak baru. Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang digadang-gadang dapat membuka peluang lebih luas bagi produk ekspor nasional.

Rencana penandatanganan kesepakatan tersebut dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat dan disebut akan dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan agenda itu menjadi salah satu fokus pemerintah dalam memperkuat kerja sama perdagangan kedua negara.

“Disampaikan bahwa Bapak Presiden rencananya akan menghadiri acara pada tanggal 19, dan di sekitar tanggal tersebut juga akan ada rencana penandatanganan ART,” ujar Airlangga dalam keterangannya, dikutip Kamis (12/2/2026).

Advertisement

Airlangga menambahkan, proses perundingan antara Indonesia dan Amerika Serikat terus dipantau secara intensif dan dilaporkan langsung kepada Presiden. Pemerintah masih mencermati perkembangan akhir sebelum kesepakatan benar-benar dirampungkan.

Baca Juga :  Lebih Nyaman di Dunia Hiburan, Aurelie Moeremans Tolak Tawaran Politik

“Tadi dilaporkan juga kepada Bapak Presiden dan kita lihat perkembangan selanjutnya,” katanya.

Kesepakatan ART sendiri merupakan kelanjutan dari negosiasi panjang yang telah berlangsung sejak tahun lalu. Pada 22 Juli 2025, kedua negara menyepakati kerangka kerja kerja sama perdagangan yang memuat rencana pemangkasan tarif impor Amerika Serikat terhadap produk Indonesia, dari sebelumnya 32 persen menjadi 19 persen.

Proses negosiasi berlanjut pada 22 Desember 2025 ketika delegasi Indonesia bertemu dengan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat di Washington DC. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak berhasil mencapai kesepakatan substansi terkait kerja sama tarif.

Salah satu poin strategis dalam kesepakatan ini adalah rencana penghapusan tarif impor khusus untuk sejumlah komoditas unggulan Indonesia, seperti sawit, kopi, minyak kelapa, dan kakao. Selain itu, Indonesia juga berkomitmen melakukan deregulasi untuk mengurangi hambatan nontarif yang selama ini dinilai menghambat kelancaran kerja sama dagang kedua negara.

Baca Juga :  Analisis Yusfitriadi: 2 Kemungkinan Putusan MK dalam Pilkada 2024

Meski substansi kesepakatan telah mengarah pada finalisasi, pemerintah Indonesia masih menunggu draf akhir dokumen sebelum proses penandatanganan dilakukan secara resmi.

“Namun, Airlangga mengatakan, saat ini pemerintah masih menunggu draf akhir kesepakatan tersebut. ‘Kemudian, ada hal-hal lain yang juga akan kita tunggu sampai semuanya 100 persen selesai,’ katanya.”

Jika terealisasi, kesepakatan ART dipandang berpotensi memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global sekaligus membuka ruang baru bagi pertumbuhan ekspor nasional.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel