
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Gunung Ibu di Halmahera Barat kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Senin (9/2/2026) siang. Letusan terjadi sekitar pukul 10.27 WIT dengan kolom abu yang membumbung hingga ratusan meter dari puncak gunung, menandai meningkatnya aktivitas alam di kawasan tersebut.
Berdasarkan laporan Badan Geologi melalui petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ibu, kolom abu teramati mencapai sekitar 400 meter di atas puncak gunung atau sekitar 1.725 meter di atas permukaan laut. Asap letusan tampak tebal dengan arah sebaran tertentu yang terus dipantau petugas.
“Kolom letusan Gunung Ibu erupsi teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur laut. Aktivitas erupsi juga terekam pada alat seismograf,” tulis laporan tersebut dikutip Senin (9/2/2026).
Data pemantauan menunjukkan erupsi tercatat dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan berlangsung selama kurang lebih 45 detik. Hingga kini, aktivitas vulkanik Gunung Ibu masih berada dalam pengawasan intensif oleh petugas pemantau.
Sebagai langkah antisipasi, Badan Geologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan gunung. Warga dan pengunjung diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.
Selain itu, zona rawan juga diperluas secara sektoral hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah bagian utara Gunung Ibu. Area tersebut diminta untuk dikosongkan dari berbagai aktivitas masyarakat guna menghindari potensi bahaya.
Badan Geologi juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan perlindungan diri seperti masker dan kacamata apabila terjadi hujan abu vulkanik, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat diimbau tetap menjaga situasi tetap kondusif serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi terkait aktivitas erupsi Gunung Ibu. Pemerintah daerah diminta terus memperbarui informasi resmi kepada warga.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diminta meningkatkan koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung serta Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici untuk memastikan pemantauan perkembangan aktivitas gunung api berlangsung optimal.***




































