
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Suasana kawasan Istana Merdeka, Jakarta, tampak lebih semarak dari biasanya pada Jumat (6/2/2026). Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, tiba untuk menjalani kunjungan kerja sekaligus mempererat hubungan bilateral dengan Indonesia melalui pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto.
Kedatangan Albanese menjadi perhatian sejak rombongannya memasuki kawasan Monumen Nasional (Monas).
Iring-iringan kenegaraan yang melibatkan 40 pasukan berkuda serta 17 voorijder motor dari Polisi Militer menambah nuansa khidmat sekaligus simbol penghormatan terhadap tamu negara tersebut.
Setibanya di halaman Istana Merdeka, Albanese langsung disambut Presiden Prabowo dengan jabat tangan hangat.
Momen penyambutan itu kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan budaya yang menampilkan tari Naikonos Larik, tarian tradisional yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
Presiden Prabowo dan PM Albanese tampak menikmati penampilan 12 penari yang diiringi enam pemusik. Tarian tersebut dikenal kerap ditampilkan dalam penyambutan tamu negara maupun ajang seni internasional, termasuk festival pariwisata dan resepsi diplomatik.
Kunjungan Albanese kali ini memiliki makna tersendiri karena menjadi pertemuan keduanya dengan Presiden Prabowo setelah kunjungan sebelumnya pada 15 Mei 2025.
Intensitas pertemuan tersebut menandakan eratnya hubungan diplomatik kedua negara yang terus diperkuat melalui berbagai kerja sama strategis.
Berdasarkan informasi dari laman resmi Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah penandatanganan Traktat Australia-Indonesia mengenai Keamanan Bersama.
Kesepakatan ini dipandang sebagai langkah penting dalam meningkatkan kerja sama pertahanan dan keamanan antara kedua negara.
Perjanjian tersebut diharapkan mampu memperkuat stabilitas kawasan Indo-Pasifik yang tengah menghadapi dinamika geopolitik yang terus berkembang.
Selain sektor keamanan, Indonesia dan Australia juga berkomitmen memperluas kolaborasi di berbagai bidang strategis lainnya.
Kerja sama tersebut mencakup penguatan sektor perdagangan dan investasi, pendidikan, hingga pembangunan. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian dari upaya kedua negara dalam membangun kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan.
Kunjungan kenegaraan Albanese tidak hanya mencerminkan hubungan diplomatik formal, tetapi juga memperlihatkan pertukaran budaya yang menjadi simbol kedekatan hubungan Indonesia dan Australia di tengah dinamika kawasan global.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































