TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di tengah derasnya tren gaya hidup konsumtif, metode menabung tradisional asal Jepang kembali menjadi perbincangan hangat. Dikenal dengan nama Kakeibo, teknik ini diyakini mampu membantu seseorang menekan pengeluaran yang tidak perlu hingga 25 persen sekaligus mempercepat akumulasi tabungan.
Metode Kakeibo pertama kali diperkenalkan pada 1994 oleh jurnalis Makoto Hani, dan kembali populer pada 2017 melalui buku karya Fumiko Chiba, Kakeibo: The Japanese Art of Saving Money.
Prinsip dasarnya sederhana: mencatat semua pemasukan dan pengeluaran secara manual untuk memahami hubungan kita dengan uang.
Yang membedakan Kakeibo dari metode budgeting modern adalah tidak menggunakan aplikasi digital. Semua pencatatan dilakukan dengan pena atau pensil di buku, sehingga prosesnya lebih meditatif dan memberi ruang untuk merenungi kebiasaan belanja sendiri.
Sebelum membeli sesuatu, metode Kakeibo mengajarkan untuk bertanya pada diri sendiri:
- Bisakah saya hidup tanpa barang ini?
- Apakah kondisi keuangan saya memungkinkan untuk membelinya?
- Apakah saya benar-benar akan menggunakan barang ini?
- Apakah saya punya tempat untuk menyimpannya?
- Bagaimana saya pertama kali menemukan barang ini—di Instagram atau sekadar bosan berjalan di mall?
- Bagaimana kondisi emosional saya saat ini—tenang, stres, atau sedang sedih?
- Bagaimana perasaan saya tentang membeli barang ini—senang, bersemangat, atau biasa saja?
Selain itu, Kakeibo juga mengajarkan cara menabung yang efektif, berikut langkah-langkahnya:
- Catat seluruh pemasukan
Setiap awal bulan, tulis semua pemasukan—baik gaji rutin maupun penghasilan tambahan—menggunakan buku dan pena agar lebih meresapi kondisi finansial. - Nabung dulu, alokasikan sisanya
Sebelum membagi uang untuk pengeluaran, sisihkan sebagian untuk ditabung. Kakeibo membagi pengeluaran ke dalam empat kategori:
- Survival – kebutuhan pokok seperti makan, tagihan, dan cicilan.
- Optional – kebutuhan sekunder seperti hiburan atau makan di luar.
- Culture – pengeluaran untuk memperluas wawasan, misalnya buku atau film.
- Extra – biaya tak terduga seperti hadiah ulang tahun atau uang melayat.
- Tunggu 24 jam sebelum membeli
Metode ini menekankan pentingnya memberi jeda satu hari sebelum membeli barang yang diinginkan. Jika setelah 24 jam masih dianggap penting dan keuangan mencukupi, barulah barang tersebut dibeli. - Rutin cek saldo rekening
Memeriksa saldo secara berkala membantu kontrol pengeluaran dan mengatur jumlah uang yang bisa digunakan. - Buat pengingat di dompet
Menempelkan catatan bertuliskan “Apakah kamu BENAR-BENAR membutuhkan barang ini?” menjadi trik sederhana agar selalu berpikir sebelum membeli. - Bertransaksi dengan uang tunai
Menggunakan uang tunai membantu menyadari jumlah pengeluaran, berbeda dengan kartu debit atau kredit yang sering membuat kita kurang sadar terhadap pengeluaran.
Dengan metode Kakeibo, menabung bukan sekadar menyisihkan uang, tapi juga belajar mengendalikan emosi dan kebiasaan belanja. Hasilnya, pengeluaran bisa ditekan, tabungan lebih cepat terkumpul, dan kebiasaan finansial menjadi lebih sehat.
Editor : Syafira
Sumber : CNBCIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































