TIMETODAY.ID, JAKARTA — Bisnis kos-kosan masih menjadi salah satu peluang usaha properti yang menjanjikan. Permintaan hunian sementara terus meningkat, terutama di kawasan strategis seperti sekitar kampus, perkantoran, maupun pusat aktivitas ekonomi. Tak heran, banyak investor mulai melirik bisnis ini sebagai sumber pendapatan jangka panjang.
Namun, di balik peluang cuan tersebut, membangun kos-kosan memerlukan perencanaan matang, terutama terkait biaya pembangunan yang tidak sedikit. Memahami estimasi biaya sejak awal menjadi langkah penting sebelum memulai usaha ini.
Menurut Wildan dari Rebwild Construction, biaya pembangunan kos-kosan pada 2026 diperkirakan berada di kisaran Rp 5,5 juta hingga Rp 6,5 juta per meter persegi. Estimasi tersebut berlaku untuk wilayah Jakarta, sehingga harga di daerah lain dapat berbeda tergantung kondisi lokasi dan material yang digunakan.
“Kalau bangun kos-kosan biayanya antara Rp 5,5 juta sampai Rp 6,5 juta per meter persegi,” kata Wildan, mengutipi dari detik.com.
Ia menjelaskan bahwa angka tersebut sudah mencakup berbagai kebutuhan pembangunan utama, mulai dari material dasar seperti pasir, semen, genteng, bata ringan, hingga cat. Biaya tersebut juga telah termasuk upah tenaga kerja dengan sistem borongan.
Meski demikian, kualitas material yang digunakan berada pada standar umum, bukan kategori premium. Apabila pemilik ingin menggunakan bahan dengan kualitas lebih tinggi, maka biaya pembangunan otomatis akan meningkat.
Selain itu, estimasi tersebut belum mencakup beberapa fasilitas tambahan seperti instalasi listrik, pemasangan pagar, maupun pembangunan kanopi area parkir yang biasanya menjadi kebutuhan penting dalam hunian kos modern.
Perhitungan Simulasi Pembangunan Kos Dua Lantai
Secara umum, bangunan kos-kosan banyak dibuat dua lantai. Namun, di beberapa kota besar, bangunan kos premium bahkan dapat mencapai tiga hingga empat lantai untuk menambah kapasitas kamar.
Wildan menjelaskan bahwa semakin tinggi jumlah lantai, maka biaya konstruksi juga cenderung meningkat. Hal ini disebabkan kebutuhan struktur fondasi yang lebih kuat agar bangunan tetap aman dan kokoh.
“Kalau kosan sudah 3-4 lantai itu harganya bisa lebih mahal karena struktur fondasinya sudah beda, jadi harus lebih kuat,” ujarnya.
Sebagai gambaran, jika seseorang ingin membangun kos-kosan dua lantai dengan ukuran bangunan 10 x 20 meter, maka total luas bangunan untuk satu lantai mencapai 200 meter persegi. Jika bangunan dibuat dua lantai, total luasnya menjadi 400 meter persegi.
Dengan asumsi biaya pembangunan Rp 6 juta per meter persegi, maka estimasi dana yang diperlukan mencapai sekitar Rp 2,4 miliar.
Meski begitu, angka tersebut masih berupa estimasi pembangunan fisik bangunan saja. Biaya tersebut belum termasuk perlengkapan interior kamar seperti kasur, lemari, pendingin ruangan, maupun tirai jendela yang juga membutuhkan anggaran tambahan.
Karena itu, calon investor disarankan melakukan perhitungan menyeluruh agar rencana pembangunan berjalan lancar dan tidak menimbulkan pembengkakan biaya di tengah proses pengerjaan.
Dengan perencanaan yang matang, bisnis kos-kosan tetap memiliki potensi keuntungan yang stabil, terutama jika dibangun di lokasi strategis dengan fasilitas yang sesuai kebutuhan penyewa masa kini.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































