TIMETODAY.ID, JAKARTA — Dunia musik rohani kehilangan salah satu sosok berpengaruhnya. Penyanyi gospel legendaris asal Amerika Serikat, Ron Kenoly, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 3 Februari 2026, dalam usia 81 tahun.
Kabar duka tersebut disampaikan oleh rekan sekaligus music director-nya, Bruno Miranda, melalui unggahan di media sosial. Dalam pesannya, Miranda mengenang perjalanan panjang kebersamaannya dengan Kenoly yang telah berlangsung lebih dari dua dekade.
“Pagi ini, 3 Februari 2026, kita mengucapkan selamat jalan kepada Dr. Ron Kenoly. Selama lebih dari 20 tahun, saya mendapatkan kehormatan untuk berjalan bersamanya dalam pelayanan ke seluruh dunia, bukan cuma sebagai music director, tapi juga sebagai putra, sebagai murid, dan saksi capaian hidupnya yang penuh dengan iman,” tulis Miranda.
Miranda juga mengingat prinsip hidup yang selalu dipegang Kenoly selama berkarya di dunia musik rohani.
“Dia menekankan satu hal: dia bukanlah seorang seniman, bukan pula seorang penghibur. Dia adalah seorang pemimpin pujian,” ujarnya.
Ron Kenoly lahir pada 6 Desember 1944 dan dikenal sebagai salah satu figur penting dalam perkembangan musik gospel modern.
Namanya melejit berkat sejumlah lagu pujian yang menjadi inspirasi banyak kalangan, seperti Lift Him Up, Jesus Is Alive, Sing Out, dan My God Is Able. Album Lift Him Up bahkan meraih sertifikasi emas dengan penjualan mencapai 500 ribu kopi dan turut memperkuat posisinya di industri musik rohani dunia.
Selain kiprahnya di panggung musik, Kenoly juga dikenal memiliki latar pendidikan yang kuat. Ia mengantongi gelar musik dari Alameda College, Master of Divinity dari Faith Bible College, serta gelar Doktor Pelayanan dalam musik sakral dari Friends International Christian University.
Perjalanan hidup Kenoly tidak langsung bermula dari dunia musik. Ia sempat mengabdi di Angkatan Udara Amerika Serikat sebelum akhirnya menekuni karier sebagai musisi. Sebelum dikenal sebagai penyanyi solo, Kenoly pernah tergabung dalam grup musik The Mellow Fellows.
Karier solonya mulai menanjak pada awal 1990-an, terutama setelah peluncuran album Lift Him Up pada 1992. Album tersebut mendapat sambutan hangat dari kritikus dan menempatkan karya-karyanya dalam jajaran tangga lagu Billboard Amerika Serikat.
Jejak pelayanan musik Ron Kenoly juga menjangkau berbagai negara, termasuk Indonesia. Pada awal tahun 2026, ia sempat menghadiri Gospel International Festival yang digelar di ICE BSD pada 18 Januari lalu. Kehadirannya saat itu menjadi momen berharga bagi para penggemar dan pelayan musik rohani di Tanah Air.
Kepergian Ron Kenoly meninggalkan warisan karya dan pengaruh besar dalam musik gospel global. Lagu-lagunya masih terus dinyanyikan di berbagai gereja dan pertemuan rohani, menjadi pengingat akan dedikasi panjangnya dalam pelayanan melalui musik.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































