TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pergerakan nilai tukar rupiah kembali menghadapi tekanan pada perdagangan pagi hari. Mata uang Garuda tercatat melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seiring penguatan mata uang Negeri Paman Sam di pasar global.
Berdasarkan data Bloomberg, Rabu (4/2/2026), dolar AS diperdagangkan di level Rp 16.761. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 7 poin atau sekitar 0,04 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Penguatan dolar AS tidak hanya berdampak pada rupiah. Pergerakan mata uang global lainnya juga menunjukkan variasi, meski secara umum cenderung stagnan.
Nilai tukar dolar AS terhadap beberapa mata uang utama seperti dolar Kanada, franc Swiss (CHF), serta dolar Hong Kong tercatat relatif stabil tanpa perubahan signifikan.
Di sisi lain, dolar AS menunjukkan penguatan terhadap sejumlah mata uang Asia. Mata uang tersebut tercatat menguat sekitar 0,40 persen terhadap yen Jepang. Tren serupa juga terlihat terhadap won Korea Selatan yang mengalami penguatan dolar AS hingga 1,64 persen.
Kondisi ini menunjukkan dominasi dolar AS masih cukup kuat di tengah dinamika pasar global. Pergerakan tersebut turut menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi memengaruhi stabilitas nilai tukar serta aktivitas perdagangan internasional, termasuk bagi Indonesia.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































