TIMETODAY.ID, JAKARTA — Semenanjung Iberia berada dalam status kewaspadaan tinggi setelah badai kuat bernama Leonardo mendekati wilayah tersebut pada Selasa (3/2/2025) waktu setempat. Pemerintah Spanyol dan Portugal mengambil langkah darurat guna meminimalkan dampak cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana besar.
Di Spanyol, pemerintah mulai menutup sekolah-sekolah di wilayah selatan sebagai langkah pencegahan. Badan meteorologi nasional Spanyol, AEMET, bahkan telah mengeluarkan peringatan merah—tingkat peringatan cuaca tertinggi—untuk kawasan Ronda dan Grazalema di Andalusia. Badai Leonardo diperkirakan membawa ancaman serius berupa banjir bandang dan tanah longsor, khususnya di daerah rawan bencana.
Pemimpin pemerintah daerah Andalusia, Juanma Moreno, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
“Saya memohon agar penduduk mengedepankan kehati-hatian maksimal dan menggunakan akal sehat dalam menghadapi situasi ini,” kata Moreno, dikutip dari AFP.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi, pemerintah mengerahkan personel militer untuk membantu proses evakuasi dan layanan penyelamatan. Penutupan sekolah diberlakukan di seluruh wilayah Andalusia, kecuali provinsi Almeria yang berada di bagian timur.
Portugal Perketat Pengawasan Cuaca
Situasi serupa juga terjadi di Portugal. Badan meteorologi nasional, IPMA, menetapkan status siaga oranye untuk seluruh wilayah pesisir saat badai mendekat dari Samudra Atlantik.
Wilayah utara dan tengah negara tersebut turut dipantau ketat karena diperkirakan akan mengalami hujan salju lebat, angin kencang, serta curah hujan tinggi hingga akhir pekan.
Portugal sebelumnya telah diterpa serangkaian badai dalam beberapa pekan terakhir. Badai Kristin yang terjadi pekan lalu menyebabkan lima orang meninggal dunia dan sekitar 400 orang mengalami luka-luka, dengan wilayah Leiria menjadi daerah yang paling terdampak.
Beberapa korban dilaporkan tewas saat memperbaiki atap rumah, sementara satu korban lainnya meninggal akibat keracunan karbon monoksida dari penggunaan generator listrik.
Pemerintah Portugal kini telah menyetujui program rekonstruksi senilai 2,5 miliar euro atau sekitar Rp 42 triliun. Program tersebut disiapkan untuk memperbaiki kerusakan infrastruktur, termasuk memulihkan jaringan listrik yang masih terputus di puluhan ribu rumah warga.
Cuaca Ekstrem dan Ancaman Perubahan Iklim
Para ilmuwan menilai meningkatnya intensitas badai dan fenomena cuaca ekstrem tidak lepas dari dampak perubahan iklim akibat aktivitas manusia. Peristiwa cuaca ekstrem kini disebut semakin sering terjadi, berlangsung lebih lama, dan memiliki daya rusak lebih besar.
Trauma masyarakat Spanyol terhadap bencana serupa juga masih membekas. Pada Oktober 2024, negara itu mengalami banjir paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir yang menewaskan lebih dari 230 orang, terutama di wilayah Valencia.
Dengan badai Leonardo yang terus mendekat, pemerintah di kedua negara kini berfokus pada upaya pencegahan serta perlindungan warga untuk menekan potensi korban jiwa dan kerusakan yang lebih luas.***
Editor : Syafira
Sumber : CNBCIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































