
TIMETODAY.ID, JAKARTA – OpenAI menghadirkan Prism, sebuah workspace kolaboratif berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk mempermudah alur kerja ilmuwan, akademisi, dan mahasiswa. Kehadiran Prism menjawab tantangan klasik penulisan laporan penelitian yang kerap terpecah ke banyak aplikasi berbeda.
Berbeda dari chatbot biasa, Prism menggabungkan penulisan, pengeditan dokumen ilmiah, manajemen referensi, hingga kecerdasan model GPT-5.2 dalam satu layar terintegrasi. OpenAI berharap alat ini bisa mempercepat proses riset tanpa menghilangkan peran berpikir kritis manusia.
1. Workspace terpadu untuk riset ilmiah
Prism berfungsi sebagai lingkungan kerja terpadu bagi peneliti yang biasanya harus membuka editor teks, pembaca PDF, dan manajer referensi secara terpisah. Semua kebutuhan tersebut kini tersedia dalam satu platform.
2. Ditenagai GPT-5.2 dan LaTeX-native
Prism menggunakan model GPT-5.2 dengan kemampuan penalaran sains dan matematika tingkat lanjut. Dukungan LaTeX-native memudahkan penulisan jurnal ilmiah, termasuk konversi diagram dan persamaan ke format profesional.
3. Manajemen referensi dan kolaborasi real-time
Prism mampu mencari literatur dari sumber seperti arXiv dan terintegrasi dengan Zotero untuk pengelolaan sitasi. Fitur kolaborasi memungkinkan banyak pengguna mengedit dokumen secara bersamaan tanpa konflik versi file.
4. Gratis dan berbasis cloud
Saat ini Prism bisa digunakan gratis dengan akun ChatGPT. Pengguna dapat menambah proyek dan kolaborator tanpa batas, serta mengakses dokumen dari perangkat apa pun tanpa perlu instalasi software berat.
5. Alat bantu, bukan pengganti peneliti
OpenAI menegaskan Prism hanyalah alat bantu. Kreativitas, penyusunan hipotesis, dan keputusan akhir tetap berada di tangan manusia. Pengguna juga diingatkan untuk waspada terhadap risiko privasi dan halusinasi AI. (MG4)
Editor : Salma
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































