Kenali Perbedaan Gizi dan Risiko Ikan Sapu-Sapu dan Kembung

ikan sapu-sapu
ilustrasi Hypostomus plecostomus/ ikan sapu-sapu. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Belakangan, ikan sapu-sapu mulai mendapat perhatian sebagai sumber protein murah. Namun, dibandingkan ikan kembung, nilai gizi dan keamanan konsumsi keduanya sangat berbeda.

Ikan sapu-sapu secara biologis merupakan ikan air tawar, sejenis catfish. Beberapa penelitian menunjukkan ikan ini memiliki kandungan protein yang layak sebagai sumber protein hewani.

“Ikan sapu-sapu memang mengandung protein, tetapi jumlahnya cenderung lebih rendah dan kualitasnya tidak sebaik ikan laut,” ungkap pakar nutrisi. Tekstur dagingnya juga lebih keras dan seratnya kasar, berbeda dengan ikan kembung yang mudah dicerna dan dikenal sebagai sumber protein berkualitas tinggi.

Advertisement

Perbedaan lain terlihat pada kandungan lemak dan omega-3. Ikan sapu-sapu hampir tidak mengandung omega-3 yang penting untuk kesehatan jantung dan otak.

Sebaliknya, ikan kembung merupakan salah satu ikan laut lokal paling kaya omega-3, bahkan kerap disandingkan dengan salmon dalam konteks ikan tropis. Omega-3 pada kembung “bermanfaat untuk jantung, otak, dan peradangan,” jelas pakar gizi.

Baca Juga :  Sambut Tahun Kuda Api, Ini Ide Kado Imlek Sarat Makna dan Keberuntungan

Vitamin dan Mineral

Selain protein, kandungan vitamin dan mineral ikan sapu-sapu relatif terbatas, bergantung pada lingkungan tempat hidupnya. Sedangkan ikan kembung kaya akan berbagai nutrisi penting, seperti:

  • Vitamin D, baik untuk tulang dan imun
  • Vitamin B12, penting untuk saraf dan pembentukan darah
  • Selenium dan yodium, mendukung metabolisme tubuh

Aspek Keamanan Konsumsi

Ini menjadi pertimbangan paling penting. Penelitian ilmiah menunjukkan ikan sapu-sapu yang hidup di sungai tercemar bisa mengandung logam berat seperti arsen (As), merkuri (Hg), timbal (Pb), dan kadmium (Cd) melebihi batas aman.

Hal ini karena ikan air tawar bottom-feeder seperti sapu-sapu dapat mengakumulasi kontaminan dari sedimen dan air, terutama jika perairan terpapar limbah industri, pertanian, atau permukiman.

Baca Juga :  Tak Perlu Sering Kuras, Begini Cara Menjaga Air Kolam Ikan Tetap Jernih

Sementara itu, ikan kembung merupakan ikan laut kecil dengan umur hidup pendek dan berada di rantai makanan bawah. Meski tetap ada kemungkinan akumulasi merkuri dari lingkungan laut, risikonya umumnya lebih rendah dibanding ikan predator besar seperti hiu atau tuna.

Dengan demikian, ikan sapu-sapu “mungkin mengandung protein dan bisa dimakan dalam kondisi tertentu, tetapi nilai gizinya terbatas dan risikonya lebih tinggi, terutama jika berasal dari perairan tercemar,” kata pakar kesehatan.

Sebaliknya, ikan kembung menawarkan kombinasi gizi yang lebih lengkap, omega-3 tinggi, serta lebih aman untuk dikonsumsi rutin.

Bagi mereka yang mengutamakan kesehatan jangka panjang, ikan kembung jelas menjadi pilihan yang lebih unggul dan direkomendasikan.***

Editor : Syafira

Sumber : CNBCIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel