
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Menambah berat badan bukan perkara mudah bagi sebagian orang, terlebih bagi mereka yang hidup dengan gastroesophageal reflux disease (GERD). Kondisi ini membuat asam lambung mudah naik ke kerongkongan dan memicu sensasi terbakar, nyeri dada, hingga rasa tidak nyaman setelah makan.
Tantangannya, banyak makanan tinggi kalori yang kerap direkomendasikan untuk menaikkan berat badan justru berpotensi memperparah gejala GERD, seperti makanan berlemak, pedas, atau tinggi gula. Alhasil, penderita GERD kerap berada dalam dilema antara mengejar asupan kalori atau menghindari kambuhnya gejala.
Meski begitu, para ahli menyebut kenaikan berat badan tetap memungkinkan dilakukan dengan strategi yang tepat, mulai dari pemilihan jenis makanan, pengaturan porsi, hingga waktu makan.
Langkah awal yang disarankan adalah mengenali makanan pemicu GERD. Minuman berkafein, alkohol, buah asam, makanan berlemak, cokelat, hingga minuman berkarbonasi kerap menjadi penyebab refluks. Namun, respons setiap orang bisa berbeda sehingga pencatatan makanan harian dinilai membantu mengenali pemicu personal.
Dalam praktiknya, makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering dinilai lebih ramah bagi lambung. Pola ini dapat mengurangi tekanan pada perut sekaligus membantu tubuh mendapatkan asupan kalori secara bertahap. Selain itu, memilih sumber kalori yang mudah dicerna, seperti karbohidrat kompleks, protein rendah lemak, serta lemak sehat dalam jumlah terbatas, juga dapat membantu.
Strategi lain yang kerap dianjurkan adalah mengonsumsi minuman berkalori di luar waktu makan utama, seperti smoothie, serta menghindari makan besar menjelang tidur. Kombinasi nutrisi yang seimbang juga penting agar kenaikan berat badan tidak memicu gangguan pencernaan.
Meski demikian, penderita GERD tetap perlu waspada terhadap perubahan gejala. Jika keluhan semakin sering atau berat, evaluasi ulang pola makan menjadi langkah yang bijak. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi juga disarankan, terutama bila berat badan sulit naik atau muncul gejala serius.
Dengan pendekatan yang tepat dan pemantauan yang konsisten, menaikkan berat badan saat memiliki GERD tetap bisa dilakukan tanpa harus mengorbankan kenyamanan lambung. (MG4)
Editor : Salma
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































