
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Microsoft kembali melakukan penyederhanaan pada ekosistem layanannya. Setelah menghentikan dukungan untuk sejumlah aplikasi seluler, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat ini kini mengumumkan penghapusan fitur Edge Collections di browser Microsoft Edge.
Fitur Edge Collections selama ini dikenal sebagai alat bantu untuk mengumpulkan dan mengatur tautan, gambar, serta catatan dari hasil penjelajahan web. Banyak pengguna memanfaatkannya untuk keperluan riset, perencanaan proyek, hingga menyimpan referensi penting dalam satu tempat.
Meski begitu, Microsoft memastikan pengguna masih memiliki kesempatan untuk menyelamatkan data mereka. Terdapat dua opsi yang disediakan, yakni memindahkan daftar halaman web ke menu Favorit atau mengekspor seluruh data Collections ke dalam sebuah file. Namun, opsi Favorit hanya menyimpan tautan tanpa menyertakan gambar dan catatan teks.
Fitur Favorit yang Cukup Diandalkan Pengguna
Collections menjadi salah satu fitur populer karena kemampuannya menyimpan berbagai jenis konten sekaligus. Tidak hanya URL halaman web, pengguna juga bisa menambahkan potongan teks, gambar, hingga catatan pribadi untuk mempermudah pengorganisasian informasi.
Fleksibilitas inilah yang membuat Collections banyak digunakan oleh pelajar, pekerja kreatif, hingga profesional yang membutuhkan pengelolaan referensi secara rapi dan efisien.
Alasan Microsoft Menghentikan Edge Collections
Melalui pemberitahuan resmi di kanal pengembangan Edge (Dev branch), Microsoft mengonfirmasi bahwa pengguna tidak lagi dapat menambahkan konten baru ke Collections. Penghapusan total fitur ini akan dilakukan secara bertahap.
Keputusan tersebut diduga berkaitan dengan tingkat penggunaan Collections yang dinilai tidak optimal. Selain itu, Microsoft kini lebih memfokuskan pengembangan Edge pada fitur inti seperti integrasi Copilot dan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), yang dianggap lebih relevan untuk strategi jangka panjang perusahaan.
Langkah yang Perlu Dilakukan Pengguna
Bagi pengguna setia Collections, Microsoft menyarankan agar segera mengevaluasi data yang tersimpan. Opsi ekspor ke file CSV menjadi pilihan paling aman karena dapat menyimpan seluruh konten, meski tidak langsung terintegrasi dengan browser.
Sebagai langkah antisipasi tambahan, pengguna juga disarankan mencadangkan gambar dan catatan penting secara manual. Perubahan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa layanan digital dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga pengelolaan dan pencadangan data pribadi tetap menjadi hal yang krusial. (MG4)
Editor : Salma
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































