Ketegangan Arktik Meningkat, Trump Soroti Ancaman Rusia di Greenland

Trump
Donald Trump. Foto: AP

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketegangan geopolitik di kawasan Arktik kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan pernyataan keras terkait Greenland. Dalam unggahan terbarunya, Trump menegaskan komitmen untuk menghapus apa yang ia sebut sebagai ancaman Rusia di wilayah tersebut, sekaligus menyalahkan Denmark yang dinilainya gagal bertindak meski telah diperingatkan bertahun-tahun.

Trump menyebut Denmark tidak mampu menjaga keamanan Greenland, wilayah otonom yang berada di bawah kedaulatannya. Padahal, menurut Trump, peringatan soal potensi ancaman Rusia sudah lama disampaikan oleh NATO.

“NATO telah memberi tahu Denmark, selama 20 tahun, bahwa ‘Anda harus menyingkirkan ancaman Rusia dari Greenland‘. Sayangnya, Denmark tidak bisa berbuat apa pun. Sekarang saatnya, dan itu akan dilakukan,” kata Trump, dalam posting-an di media sosial Truth Social, dikutip Senin (19/1/2026).

Advertisement

Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah Trump melakukan percakapan via telepon dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte. Dalam pembicaraan itu, keduanya membahas kondisi keamanan Greenland dan kawasan Arktik yang semakin strategis di tengah rivalitas global.

Baca Juga :  Pembunuh Shinzo Abe Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup oleh Pengadilan Jepang

Rutte menegaskan bahwa NATO dan pemerintahan Trump akan terus berkoordinasi dalam menyikapi meningkatnya aktivitas Rusia. Ia juga menyatakan harapannya untuk bertemu langsung dengan Trump dalam waktu dekat.

“Saya berharap bisa bertemu dengannya (Trump) di Davos (Swiss) akhir pekan ini,” ujarnya.

Greenland selama ini memang menjadi titik perhatian banyak negara besar. Letaknya yang strategis di kawasan Arktik serta kekayaan sumber daya mineral menjadikan pulau raksasa itu sebagai rebutan kepentingan global. Di sisi lain, meningkatnya aktivitas Rusia dan China di wilayah tersebut memicu kekhawatiran AS dan sekutunya.

Ketegangan meningkat pada Sabtu lalu ketika Trump menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap delapan negara Eropa yang dianggap menghalangi ambisinya atas Greenland. AS menetapkan tarif impor sebesar 10 persen terhadap Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.

Baca Juga :  Harga Teh Global Melonjak Tajam, Amran Sulaiman: Ini Angin Segar untuk Petani Indonesia

Tarif tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Februari dan akan dinaikkan menjadi 25 persen pada 1 Juni, hingga AS berhasil merebut Greenland. Langkah itu langsung menuai kecaman dari negara-negara Eropa yang kemudian mengeluarkan pernyataan bersama, mengecam tekanan AS dan menegaskan komitmen mereka terhadap stabilitas dan keamanan Arktik.

Di tengah memanasnya situasi, Rusia ikut angkat bicara. Pekan lalu, Kremlin menegaskan bahwa Greenland secara hukum merupakan bagian dari Kerajaan Denmark dan menyebut kondisi terkini di wilayah itu sebagai situasi yang “sangat kontroversial.”

“Kami berangkat dari pemahaman bahwa Greenland adalah wilayah Kerajaan Denmark,” kata Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov.

Pernyataan dari berbagai pihak itu menegaskan bahwa Greenland kini bukan sekadar wilayah terpencil di Arktik, melainkan telah menjadi panggung baru perebutan pengaruh global antara kekuatan-kekuatan besar dunia.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel