Arc Culling Game Jadi Ujian Terbesar Yuji Itadori dan Para Penyihir

Arc Culling Game
Yuji Itadori Jujutsu Kaisen. Foto: Istimewa

TIMETODAY.ID, JAKARTA Arc Culling Game dikenal sebagai arc terpanjang sekaligus paling kompleks dalam semesta Jujutsu Kaisen. Namun, tak sedikit penggemar yang belum sepenuhnya memahami arti Culling Game serta aturan-aturannya yang rumit. Kini, cerita karya Gege Akutami itu resmi memasuki fase penentuan dengan dimulainya Arc Culling Game, yang menjadi penanda perjalanan menuju akhir kisah.

Turnamen ini digambarkan sebagai kompetisi mematikan. Yuji Itadori bersama para penyihir yang selamat harus bertahan hidup sambil menghadapi sekutu dan musuh baru. Setiap pertarungan bukan hanya soal kekuatan, tetapi juga strategi untuk tetap hidup di tengah kekacauan.

Berbeda dari konflik sebelumnya, Arc Culling Game tidak sekadar mempertemukan penyihir melawan Roh Terkutuk. Sistemnya menuntut para peserta mengumpulkan poin di koloni tertentu. Poin tersebut kemudian digunakan untuk menciptakan aturan baru agar mereka memiliki peluang lolos dari turnamen yang kejam ini.

Advertisement
Baca Juga :  Baru Tamat, Jujutsu Kaisen Langsung Umumkan Season 4!

Bagian awal The Culling Game dibuka dengan episode ganda spesial yang menandai kembalinya Yuta Okkotsu ke medan pertempuran. Aksi Yuta dalam sejumlah pertarungan intens langsung menarik perhatian penggemar. Namun, suasana berubah drastis ketika Yuji dan kawan-kawan bertemu dengan Master Tengen dan mengetahui fakta di balik Permainan Pemusnahan.

Seluruh rangkaian peristiwa ini ternyata merupakan bagian dari rencana besar Noritoshi Kamo, yang dikenal dengan nama aslinya, Kenjaku. Ia berambisi mengumpulkan energi terkutuk dalam jumlah besar demi mewujudkan tujuan jangka panjangnya.

Master Tengen mengungkapkan bahwa Kenjaku berencana menggabungkan kesadarannya dengan seluruh populasi Jepang melalui Culling Game. Tujuannya adalah menciptakan entitas yang lebih besar dan kuat sebagai puncak dari rencana ribuan tahun yang telah disusunnya.

Dalam aturan Culling Game, setiap individu yang membangkitkan teknik kutukan diwajibkan menyatakan niat bergabung ke dalam koloni yang telah ditentukan dalam waktu 19 hari. Jika gagal, teknik kutukan mereka akan dihapus sepenuhnya.

Baca Juga :  TasteAtlas Merilis Kue Putu Masuk Daftar 100 Kuliner Terbaik

Setiap peserta Culling Game juga akan otomatis didampingi oleh makhluk bernama Kogane. Makhluk ini berfungsi sebagai penyampai informasi antar peserta, sekaligus pemberi data terkait jumlah poin yang dimiliki oleh masing-masing penyihir.

Sepanjang Arc Culling Game, Yuji dan Megumi bertemu dengan berbagai penyihir baru maupun lama yang memiliki latar belakang unik. Di antaranya Hiromi Higuruma, seorang pengacara yang mendadak menjadi penyihir, serta Hajime Kashimo, penyihir dari era Heian yang hanya tertarik untuk bertarung melawan Sukuna.

Pertarungan sengit terjadi di berbagai koloni, memaksa para karakter utama untuk terus beradaptasi dengan aturan yang berubah-ubah dan menghadapi lawan dengan kekuatan luar biasa. Arc Culling Game pun menjadi ujian terbesar, bukan hanya bagi para penyihir, tetapi juga bagi nasib dunia Jujutsu Kaisen itu sendiri.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel