
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Maroko harus mengakui keunggulan Senegal di final Piala Afrika 2025. Bermain sebagai tuan rumah, Singa Atlas kembali gagal mengakhiri puasa gelar yang kini sudah berjalan setengah abad.
Final yang digelar di Stade Prince Moullay Abdallah, Senin (19/1/2026) dini hari WIB, awalnya terasa berpihak pada Maroko. Mereka datang dengan modal mentereng: 24 laga tak terkalahkan serta rekor tak pernah kalah di kandang sejak 2009, setara 39 pertandingan selama 17 tahun.
Namun Senegal hadir bukan untuk menjadi figuran. Laga berjalan ketat dan sarat drama hingga 120 menit. Ketegangan memuncak di injury time babak kedua saat Senegal dihukum penalti, keputusan yang memicu protes keras hingga sempat membuat para pemainnya keluar lapangan.
Maroko gagal memanfaatkan momen emas tersebut. Eksekusi penalti panenka Brahim Diaz justru tak berbuah gol, memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu. Petaka bagi tuan rumah datang di menit keempat extra time, ketika Pape Gueye mencetak gol penentu kemenangan Senegal.
Skor 1-0 bertahan hingga akhir laga. Senegal pun memastikan diri menjadi juara Piala Afrika untuk kedua kalinya, sementara Maroko kembali harus menunda mimpi menjadi raja Afrika.
Gelar terakhir Maroko di ajang ini masih bertahan pada edisi 1976. Mereka sempat mendekati trofi pada 2004, namun kalah 1-2 dari Tunisia di final. Kini, generasi emas Maroko kembali gagal, bahkan di rumah sendiri.
Puasa gelar Singa Atlas pun berlanjut setidaknya hingga 2027. Sepakbola kadang memang kejam terlebih bagi tuan rumah yang sudah begitu dekat dengan sejarah.
(MG7)
Editor : Davin
Sumber : detiksport.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































