Isu Child Grooming Kembali Disorot, Ini 5 Buku yang Bisa Membantu Memahaminya

Child Grooming
Pengalaman Aurelie Moeremans sebagai korban child grooming kembali membuka mata publik. Sejumlah buku ini bisa jadi bacaan untuk memahami isu tersebut lebih dalam.buku tentang child grooming atau sexual grooming (instagram.com/aurelie | amazon.com)

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Isu child grooming kembali menjadi perhatian publik setelah Aurelie Moeremans membagikan pengalaman pahitnya sebagai korban. Child grooming merupakan bentuk manipulasi yang dilakukan orang dewasa terhadap anak-anak atau remaja dengan tujuan eksploitasi, termasuk kekerasan seksual. Modus ini kerap berjalan secara halus sehingga sulit disadari oleh korban maupun lingkungan sekitarnya.

Seiring meningkatnya kesadaran akan bahaya child grooming, berbagai buku hadir untuk membantu masyarakat memahami isu ini, baik melalui kisah personal korban maupun kajian teoritis dan panduan praktis. Berikut beberapa rekomendasi buku yang membahas child grooming atau sexual grooming.

1. Broken Strings – Aurelie Moeremans

Aurelie Moeremans menuangkan pengalaman pahit masa mudanya dalam buku Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah. Memoar ini mengisahkan secara jujur bagaimana ia menjadi korban child grooming dan kekerasan seksual, termasuk tekanan untuk menikah di usia muda.

Advertisement

Lewat buku ini, Aurelie berharap kisahnya dapat menjadi peringatan sekaligus penguat bagi para korban agar tidak merasa sendirian.

Baca Juga :  Dilarang di Korea, Orang Tua Korsel Ramai-Ramai Cari IVF Seleksi Gender di Luar Negeri

2. Groomed: Overcoming the Messages That Shaped Our Past and Limit Our Future – Elizabeth Melendez Fisher Good

Elizabeth Melendez Fisher Good mengajak pembaca, khususnya perempuan, untuk menyadari pesan-pesan manipulatif yang kerap membentuk hidup tanpa disadari. Berangkat dari pengalaman pribadinya sebagai korban kekerasan seksual, buku ini menyoroti bahwa grooming tidak selalu bersifat seksual, tetapi juga emosional dan psikologis.

Pesan utama buku ini adalah bahwa masa lalu tidak harus mendefinisikan masa depan seseorang.

3. Groomed: A Memoir about Abuse, the Search for Justice and How We Fail to Keep Our Children Safe – Sonia Orchard

Memoar karya Sonia Orchard ini membahas pengalaman grooming dan kekerasan seksual yang baru ia pahami ketika dewasa. Ia mengulas relasi tidak sehat yang ia alami saat remaja dengan pria yang jauh lebih tua, sekaligus membedah mengapa korban sering kali sulit berbicara atau justru disalahkan.

Buku ini juga mengajak pembaca memahami cara kerja otak remaja serta sistem yang kerap gagal melindungi anak-anak.

Baca Juga :  Maraknya Pencabulan Anak di Bogor, KPAD Minta Hukuman Maksimal Pelaku

4. Sexual Grooming: Integrating Research, Practice, Prevention, and Policy – Georgia M. Winters & Elizabeth L. Jeglic

Berbeda dari memoar, buku ini menyajikan pendekatan akademis berbasis riset. Georgia M. Winters dan Elizabeth L. Jeglic membahas secara komprehensif pola, strategi, serta dampak sexual grooming, termasuk bagaimana pelaku menciptakan situasi yang membuat korban enggan melapor.

Buku ini juga menyoroti pentingnya kebijakan publik dan upaya pencegahan untuk melindungi anak-anak.

5. Nobody’s Girl – Virginia Roberts Giuffre

Memoar terakhir Virginia Roberts Giuffre mengisahkan pengalaman kelamnya sebagai korban perdagangan dan kekerasan seksual sejak usia belia. Buku ini tidak hanya membahas kejahatan seksual, tetapi juga relasi kuasa, korupsi, dan kegagalan institusi dalam melindungi korban.

Nobody’s Girl menjadi warisan keberanian Virginia dalam memperjuangkan keadilan dan menjaga suara korban tetap terdengar.

Lewat buku-buku ini, diharapkan semakin banyak orang yang memahami bahaya child grooming, lebih peka terhadap tanda-tandanya, serta berani bersuara dan melindungi korban. (MG4)

Editor : Salma

Sumber : idntimes.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel