Bupati Bogor Targetkan Percepatan Perbaikan Sektor Pendidikan Tahun Ini

Perbaikan Sektor Pendidikan
Bupati Bogor, Rudy Susmanto. Foto: timetoday.id/Amelia Azizah.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Upaya perbaikan sektor pendidikan di Kabupaten Bogor masih menyisakan pekerjaan rumah yang cukup besar. Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengakui, berbagai persoalan mendasar dalam dunia pendidikan belum sepenuhnya terselesaikan meski sudah memasuki 11 bulan masa kepemimpinannya.

Kabupaten Bogor yang membentang di wilayah seluas 2.710,49 kilometer persegi dengan 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemerataan kualitas pendidikan. Geografis yang luas disertai sebaran penduduk yang tidak merata membuat aksesibilitas terhadap layanan pendidikan berkualitas menjadi persoalan kompleks.

“Kalau menuntaskan belum. Butuh waktu, butuh proses. Ini menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama-sama,” ujar Rudy kepada wartawan, Kamis (15/1/2026).

Advertisement

Politisi Partai Gerindra yang dilantik pada Februari 2025 itu menyebut pembenahan sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama pemerintahannya. Namun, ia menghadapi kendala yang cukup signifikan, terutama terkait ketersediaan anggaran di tahun pertama kepemimpinannya.

Baca Juga :  Jaro Ade Sampaikan Pesan Bupati saat Lepas Jemaah Haji Kabupaten Bogor

Postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 telah disahkan pada 30 Desember 2024, sebelum Rudy dilantik sebagai bupati. Kondisi ini membuat ruang gerak pemerintah daerah menjadi terbatas dalam melakukan terobosan program, khususnya untuk sektor pendidikan yang membutuhkan alokasi anggaran besar.

“Di tahun 2025, postur APBD sudah disahkan sebelum kami dilantik. Maka pada 2026, jadi momentum buat kami untuk mengejar ketinggalan beberapa infrastruktur pendidikan yang belum tuntas,” terang Rudy.

Data Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menunjukkan masih banyak sekolah yang mengalami kerusakan, mulai dari kategori rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat. Kondisi ini tersebar di berbagai wilayah, terutama di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau.

Rudy menjelaskan, perbaikan infrastruktur sekolah tidak hanya menyangkut renovasi bangunan fisik, tetapi juga pembenahan sistem pendidikan dan tata kelola secara menyeluruh. Pendekatan komprehensif ini diyakini akan memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas pendidikan di Kabupaten Bogor.

Baca Juga :  Bupati Bogor Terima Penghargaan Akselerasi Pembangunan Infrastruktur dari Radar Bogor

“Sistem pendidikan, tata kelola sudah mulai kita perbaiki bersama-sama, untuk infrastruktur sekolah yang rusak berat, rusak sedang maupun rusak ringan,” ungkapnya.

Memasuki tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bogor akan memfokuskan program pendidikan pada dua pilar utama. Pertama, perbaikan dan pembangunan infrastruktur sekolah yang menjadi kebutuhan mendesak. Kedua, penyempurnaan sistem pendidikan agar lebih berkualitas dan inklusif.

Salah satu terobosan kebijakan yang disiapkan adalah program bantuan biaya pendidikan bagi siswa dari keluarga tidak mampu yang tidak diterima di sekolah negeri. Program ini diharapkan dapat menjamin tidak ada anak di Kabupaten Bogor yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan karena alasan ekonomi.

“Pada saat penerimaan siswa baru SD dan SMP, bagi masyarakat yang tidak mampu, tidak keterima di sekolah negeri tetapi diterima di sekolah swasta, maka biayanya ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bogor,” jelas Rudy.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel