Alasan Aurelie Moeremans Buka Luka Lama Lewat Buku Broken Strings

Aurelie Moeremans
Aurelie Moeremans cerita soal Broken Strings, kisahnya alami child grooming. (Foto: Instagram @aurelie)

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Aktris Aurelie Moeremans akhirnya memberanikan diri berbicara lebih dalam soal pengalaman pahitnya sebagai korban grooming. Kisah tersebut ia tuangkan dalam buku digital berjudul Broken Strings, sebuah karya yang ditulis dengan keberanian sekaligus luka yang belum sepenuhnya sembuh.

Aurelie mengaku proses menulis buku itu bukan perkara mudah. Ia mengalami child grooming sejak usia 15 tahun dan mengungkap pernah mengalami kekerasan seksual, fisik, hingga pengancaman. Trauma masa lalu membuat beberapa bagian buku terasa sangat berat untuk dituliskan.

“Banyak chapters yang berat, hampir semuanya berat. Mungkin chapter pertama yang benar-benar berat itu chapter empat, karena selama ini aku berusaha melupakan kejadian itu karena sangat traumatis,” ungkap Aurelie Moeremans kepada detikcom, Rabu (14/1/2026).

Advertisement
Baca Juga :  Pilihan Konser Tahun Baru Jakarta 2026, dari Pesta Pantai hingga Festival Musik Kota

Chapter keempat yang berjudul Dentang Rantainya menjadi titik awal Aurelie harus kembali membuka luka lama. Ia mengaku sempat ingin berhenti menulis karena beban emosional yang terlalu besar.

“Setiap kali ingin menyerah, aku ingat alasan awal kenapa aku menulis, yaitu untuk jujur pada diri sendiri dan bertahan,” katanya.

Setelah Broken Strings selesai dan dipublikasikan, rasa takut kembali menghampiri. Aurelie menyadari buku tersebut berisi kisah nyata yang akan memunculkan beragam reaksi, termasuk pro dan kontra. Karena itulah, ia sempat hanya merilis versi bahasa Inggris.

“Waktu itu aku berpikir supaya tidak terlalu banyak yang membaca. Trauma dari pengalaman sebelumnya membuatku ingin pembacanya lebih terkurasi,” jelasnya.

Meski begitu, Aurelie tetap berdiri pada keyakinannya. Ia menegaskan bahwa apa yang ditulis dalam Broken Strings adalah kebenaran yang ia alami.

Baca Juga :  Bahaya Tersembunyi Grooming: Kenapa Korban Tak Sadar Mereka Dimanipulasi?

“Aku sadar sejak awal ketika kita jujur, pasti ada reaksi beragam. Tapi niat utamaku bukan untuk menyenangkan semua orang, melainkan membantu mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

Respons positif pun berdatangan, terutama dari perempuan dan para orang tua yang merasa terbantu dan tercerahkan. Rasa takut yang sempat ia rasakan perlahan berubah menjadi rasa syukur.

Melalui bukunya, Aurelie juga menyampaikan pesan untuk para penyintas grooming agar tidak menyalahkan diri sendiri dan berani bangkit.

“Kamu tidak sendirian. Apa pun yang pernah terjadi padamu bukan salahmu. Kamu berhak sembuh, berhak bahagia, dan berhak punya masa depan yang lebih baik,” pesannya. (MG4)

Editor : Salma

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel