Xabi Alonso Pergi dari Real Madrid, Ballague: Bukan Keputusan Mendadak

madrid
Meski terkesan mendadak, jurnalis Spanyol Guillem Ballague menilai kepergian sang pelatih telah dipicu berbagai masalah sejak awal penugasannya. (Foto: Getty Images)

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Kepergian Xabi Alonso dari Real Madrid memang mengejutkan banyak pihak. Namun bagi pengamat sepakbola Spanyol, Guillem Ballague, keputusan tersebut sama sekali tidak datang secara tiba-tiba.

Real Madrid mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan Alonso pada Selasa (13/1/2026) dini hari WIB. Los Blancos menyebut keputusan itu diambil secara bersama, kurang dari 24 jam setelah kekalahan 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol 2026 di Jeddah.

Menurut Ballague, tanda-tanda perpisahan sebenarnya sudah terlihat sejak awal. Dalam kolomnya, jurnalis senior itu menilai Alonso tak pernah mendapatkan kepercayaan penuh dari Presiden Real Madrid, Florentino Perez. Mulai dari waktu penunjukan hingga kebijakan transfer yang dinilai tak sejalan dengan keinginan sang pelatih.

Advertisement
Baca Juga :  Gunung Bur Ni Telong Berstatus Siaga, Gempa Beruntun Picu Kenaikan Aktivitas

Alonso direkrut pada Mei lalu dan langsung ditugaskan memimpin Madrid di Piala Dunia Antarklub 2025. Padahal, ia disebut ingin mulai bekerja setelah turnamen tersebut usai. Situasi tim yang kelelahan usai musim panjang dinilai bukan kondisi ideal, namun Alonso tak diberi ruang untuk menunda oleh Perez.

Masalah lain muncul di bursa transfer. Beberapa rekrutan disebut tak sesuai kebutuhan Alonso, termasuk Franco Mastantuono yang belum menunjukkan dampak signifikan. Selain itu, kegagalan mendatangkan Martin Zubimendi turut memperumit situasi.

Rentetan hasil minor pun tak terhindarkan. Madrid tersingkir dari semifinal Piala Dunia Antarklub 2025 oleh PSG, dibantai Atletico Madrid 2-5 di LaLiga, dan terakhir kalah dari Barcelona di Piala Super Spanyol. Meski sempat menang di El Clasico LaLiga Oktober lalu, performa tim dinilai tak stabil.

Baca Juga :  Bupati Bogor Optimis, Desa Gunung Putri Siap Tampil Terbaik di Anugerah Gapura Sri Baduga Jabar

Situasi ruang ganti juga memanas. Vinicius Junior sempat menunjukkan ketidakpuasan kepada Alonso di tengah laga, sementara beberapa pemain lain dikabarkan kurang mendukung pendekatan taktik sang pelatih.

Puncaknya terjadi di final Piala Super Spanyol, ketika momen Kylian Mbappe yang memaksa Alonso menolak guard of honour kepada Barcelona disebut membuat sang pelatih merasa cukup.

Alhasil, Alonso gagal mereplikasi kesuksesan yang sebelumnya ia raih bersama Bayer Leverkusen. Dalam tujuh bulan, ia memimpin 34 pertandingan dengan catatan 24 kemenangan, 4 imbang, dan 6 kekalahan.

Untuk sementara, kursi pelatih Real Madrid akan diisi oleh Alvaro Arbeloa.

(MG7)

 

Editor : Davin

Sumber : detiksport.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel