TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di hadapan ratusan siswa Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sebuah tekad besar: menghapus kemiskinan ekstrem dari Indonesia sebelum masa jabatannya berakhir pada 2029.
Bagi Prabowo, kemiskinan bukan sekadar angka statistik. Ia berbicara tentang nasib manusia—tentang mereka yang berada di lapisan terbawah struktur sosial, kelompok desil 1 dan 2, yang selama ini hidup di garis paling rapuh.
“Saya bercita-cita, di akhir masa jabatan saya tahun 2029, mereka yang berada dalam kemiskinan ekstrem bisa kita ubah nasibnya. Kita bisa menghilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia,” kata Prabowo dengan nada tegas saat meresmikan Sekolah Rakyat, Senin (12/1/2026).
Ia meyakini target tersebut bukan sekadar angan-angan. Menurutnya, Indonesia memiliki banyak modal keberhasilan yang jika dirinci, akan menunjukkan bahwa perubahan besar bukan sesuatu yang mustahil.
Dalam pidatonya, Prabowo melukiskan gambaran masa depan yang ingin ia capai. Ia tak ingin kemiskinan menjadi warisan yang turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Anak-anak yang hari ini hidup di jalanan, kata Prabowo, harus punya kesempatan yang sama untuk bermimpi dan meraih masa depan.
“Saya ingin melihat anak-anak pemulung kelak bisa menjadi insinyur, menjadi dokter, menjadi pengusaha, bahkan menjadi jenderal,” ujarnya. “Saya akan sangat bangga jika itu terwujud.”
Sekolah Rakyat, yang diresmikan pada hari itu, disebut Prabowo sebagai salah satu ikhtiar konkret negara untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Ia memandang pendidikan sebagai jalan utama untuk mengubah nasib, bukan hanya individu, tetapi juga keluarga dan komunitas.
Di hadapan para siswa, Prabowo juga menyampaikan pesan yang sederhana namun kuat: keberanian adalah kunci menuju kesuksesan. Ia menekankan bahwa keberhasilan tidak datang kepada mereka yang ragu, melainkan kepada mereka yang berani melangkah.
“Kita harus berani. Harus berani. Siapa yang berani, dialah yang akan menang,” pungkasnya.
Pernyataan itu menjadi penegasan arah pemerintahan Prabowo—bahwa di balik pembangunan fisik dan proyek-proyek besar, ada ambisi sosial yang ingin dicapai: memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang masa depannya ditentukan oleh kemiskinan sejak lahir.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































