Pemerintah Percepat Pemasangan 270 Jembatan Bailey di Wilayah Terdampak Bencana

bencana
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. foto: dok ist

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Upaya memulihkan akses transportasi di wilayah terdampak bencana terus dikebut pemerintah. Awal 2026 menjadi momentum percepatan pemasangan ratusan jembatan darurat Bailey di sejumlah daerah yang sebelumnya terisolasi akibat banjir dan kerusakan infrastruktur. Tercatat, 270 unit jembatan Bailey akan dipasang di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan pemasangan jembatan darurat tersebut dirancang untuk menjangkau berbagai tingkatan akses jalan, tidak terbatas pada jalur nasional semata.

“Untuk jembatan Bailey, total akan dipasang 270 unit di tiga provinsi. Proses pemasangan terus berjalan. Jembatan ini tidak hanya menghubungkan jalan utama atau jalan nasional, tetapi juga menjangkau jalan kabupaten, kecamatan, hingga jalan desa,” ujar Abdul Muhari, Sabtu (10/1/2026).

Advertisement

Abdul Muhari, yang akrab disapa Aam, menjelaskan bahwa pemasangan jembatan Bailey menjadi solusi cepat untuk menghubungkan kembali wilayah-wilayah yang terputus akibat bencana banjir. Dengan akses yang pulih, masyarakat diharapkan bisa segera kembali beraktivitas dan melakukan mobilitas antardaerah.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Gandeng BNPB untuk Modifikasi Cuaca, Banjir Mulai Surut

“Hampir seluruh jembatan yang saat ini terputus akan kami koneksikan kembali menggunakan jembatan Bailey,” ungkapnya.

Sejumlah jembatan Bailey bahkan telah rampung dan mulai dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satunya adalah jembatan Bailey Beutong Ateuh Banggalang di Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Jembatan tersebut telah melalui uji coba dan kini sudah dilalui kendaraan warga.

Jembatan ini memiliki panjang 30 meter, lebar 4,2 meter, serta mampu menahan beban hingga 18 ton. Keberadaannya menjadi jalur vital penghubung antarwilayah yang sebelumnya terputus.

“Jembatan ini sudah diresmikan dan dibuka untuk umum serta siap mendukung pemulihan akses transportasi utama antarwilayah,” kata Aam.

Baca Juga :  Siang Ini, Gempa M 5,2 Getarkan Agam Sumbar

Selain di Nagan Raya, pembangunan jembatan Bailey di sejumlah wilayah Aceh lainnya juga hampir rampung. Di Kabupaten Bener Meriah, jembatan yang menghubungkan Kecamatan Bandar Khelipah dan Kecamatan Permata telah mencapai progres sekitar 75 persen. Sementara itu, pemasangan jembatan Bailey di Kecamatan Timang Gajah masih terus berjalan.

Untuk wilayah yang lebih terpencil, seperti Dusun Uning di Desa Pining, Kabupaten Gayo Lues, pemerintah saat ini masih melakukan pembersihan akses jalan sebagai tahap awal sebelum pemasangan jembatan dilakukan.

Pemasangan ratusan jembatan Bailey ini menjadi bagian dari langkah percepatan pembangunan infrastruktur pascabencana di awal tahun 2026. Pemerintah berharap, dengan terbukanya kembali jalur transportasi, mobilitas warga dapat pulih lebih cepat dan roda perekonomian di wilayah terdampak bencana kembali bergerak.***

Editor : Syafira

Sumber : Okezone.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel