TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah menyiapkan langkah-langkah pengisian lima jabatan strategis pimpinan tinggi pratama atau eselon II yang saat ini masih kosong. Kekosongan jabatan strategis ini dianggap mendesak untuk segera diisi mengingat target kerja pemerintah daerah dalam satu tahun ke depan yang memerlukan kepemimpinan solid di setiap organisasi perangkat daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menegaskan bahwa proses pengisian jabatan tengah dirancang sesuai arahan langsung Bupati Bogor Rudy Susmanto.
“Lagi dirancang ya, eselon dua itu disampaikan Bupati perlu segera mungkin ditetapkan karena kan kita punya janji setahun ke depan,” ujar Ajat, Kamis (8/1/2026).
Kelima jabatan yang belum terisi meliputi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPTR), Kepala Dinas Kebudayaan, serta jabatan Staf Ahli. Kekosongan ini terjadi menyusul serangkaian rotasi dan mutasi pejabat yang dilakukan sejak pertengahan tahun 2025 lalu.
Menurut Ajat, Bupati Rudy Susmanto telah menginstruksikan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk segera menyiapkan seluruh tahapan yang diperlukan dalam proses pengisian jabatan tersebut. Mekanisme seleksi terbuka atau yang dikenal dengan istilah open bidding akan diterapkan untuk menjamin transparansi dan mendapatkan sosok pemimpin yang tepat.
“Yang harus dipersiapkan mulai dari pengumuman, pembentukan panitia, dan kita akan melakukan open bidding secepatnya,” ungkap Sekda.
Ajat mengungkapkan bahwa jumlah kekosongan berpotensi bertambah seiring dengan adanya pejabat yang akan memasuki masa pensiun pada tahun ini.
“Ada lima, tapi nanti ada lagi yang pensiun, asisten dua pensiun, jadi bisa delapan di tahun ini,” terang Ajat.
Hingga kini, Pemkab Bogor masih fokus melakukan pertimbangan dan pemilihan terhadap jabatan eselon II. Namun, Ajat mengindikasikan bahwa kekosongan tidak hanya terjadi di level pimpinan tinggi pratama, tetapi juga menjalar ke level di bawahnya.
“Masih proses ya, Bupati masih memilih, banyak juga kan eselon tiganya yang masih kosong,” tutur Ajat menutup keterangannya.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































