
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Tahun 2025 menandai perubahan cara pandang terhadap mainan. Benda yang dulu identik dengan dunia anak-anak kini justru ramai dikoleksi orang dewasa dan dipamerkan di media sosial.
Fenomena ini salah satunya dipicu oleh popularitas boneka Labubu besutan perusahaan China, Pop Mart, yang menjelma menjadi ikon budaya koleksi generasi muda di berbagai negara.
Kepopuleran Labubu ikut mendorong perusahaan lain menghadirkan produk serupa, namun dengan pendekatan berbeda. Salah satunya datang dari Jepang.
Startup teknologi Yukai Engineering resmi memperkenalkan Mirumi, robot mini berdesain menggemaskan yang bisa dikaitkan pada tas dan merespons sentuhan pemiliknya.
Mirumi pertama kali dipamerkan dalam ajang CES Unveiled di CES 2026 yang digelar di Las Vegas, Amerika Serikat, pada 4 Januari 2026. Robot mungil ini menarik perhatian karena tampil sederhana, tanpa layar, suara, atau fitur hiburan konvensional.
Dalam video promosi yang beredar di media sosial, Mirumi tampak bergerak halus ketika kepalanya dielus. Robot ini dibekali sensor jarak dan inertial measurement unit yang memungkinkannya bereaksi terhadap sentuhan dan pergerakan tas.
Ketika pemilik berjalan, Mirumi akan menoleh perlahan, mengamati sekeliling, dan seolah “menatap” orang atau objek di dekatnya.
Yukai Engineering menyebut Mirumi sebagai “palm-healing companion”, istilah khas Jepang untuk benda kecil yang memberikan rasa nyaman hanya melalui kehadirannya.
Robot ini dirancang untuk menempel pada tas selempang, ransel, maupun handbag, sehingga selalu menemani pemilik dalam aktivitas sehari-hari.
Tidak seperti mainan pintar lainnya, Mirumi tidak berbicara, tidak memutar musik, dan tidak menuntut perhatian. Responsnya sengaja dibuat minimalis—sekadar gerakan lembut, tatapan polos, atau pergeseran kecil yang memberi kesan sadar akan keberadaan pemiliknya.
CEO Yukai Engineering, Shunsuke Aoki, menegaskan bahwa Mirumi bukan diciptakan sebagai mainan semata.
“Orang sering menemukan kebahagiaan ketika bisa berbagi perasaan bahagia dengan orang lain. Mirumi adalah robot yang memungkinkan Anda melakukan itu,” kata Aoki kepada The Verge, dikutip dari Times Now, Jumat (8/1/2026).
Ia menambahkan, kehadiran Mirumi kerap memicu reaksi spontan di ruang publik.
“Di kereta yang padat atau saat mengantre di kasir, Mirumi sering membuat orang tersenyum, melambaikan tangan, atau bereaksi lucu hanya karena tatapannya yang polos,” ujarnya.
Seiring kemunculannya, Mirumi dengan cepat menarik perhatian, terutama di Hong Kong dan sejumlah kota besar Asia Timur.
Popularitas ini sejalan dengan menguatnya tren emotional collectibles, yakni produk yang dikoleksi bukan hanya karena bentuk atau nilai estetik, tetapi karena hubungan emosional yang terbangun antara benda dan pemiliknya.
Jika Labubu dikenal dengan karakter ekspresif dan kesan nakal, Mirumi merepresentasikan arah baru dunia koleksi—lebih tenang, lembut, dan berorientasi pada kehadiran emosional.
Di tengah gaya hidup urban yang serba cepat dan digital, Mirumi hadir sebagai simbol kecil dari kebutuhan manusia akan rasa nyaman dan koneksi yang sederhana.***
Editor : Syafira
Sumber : CNBCIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































