
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Nama Budiman Yunus menjadi satu di antara sedikit pemain yang pernah merasakan membela dua klub besar Indonesia, Persib vs Persija . Pengalaman itu membuatnya paham betul seperti apa atmosfer panas duel klasik antara “Maung Bandung” dan “Macan Kemayoran” di masa lalu.
Dalam perjalanan kariernya di Liga Indonesia, Budiman sempat memperkuat Persib pada periode 1990–1993 dan 2002. Sementara itu, bersama Persija, ia bermain pada rentang 1999–2002 dan kembali mengenakan seragam Macan Kemayoran pada 2003–2005. Catatan tersebut membuatnya menjadi saksi langsung kerasnya rivalitas dua tim besar tersebut.
Bagi Budiman, laga Persib kontra Persija selalu punya gengsi tersendiri. Pertemuan kedua tim kerap menuntut para pemain untuk mengerahkan kemampuan ekstra, baik secara fisik maupun mental. Tak heran jika pertandingan ini sering diwarnai tensi tinggi dan permainan agresif di atas lapangan.
“Persib lawan Persija biasanya menyajikan tontonan yang menarik. Makanya kalau kedua tim ini bertemu selalu ada sedikit bentrokan. Secara pribadi, untuk masing-masing individu harus memberikan permainan terbaik,” kenang Budiman.
Pengalaman menghadapi rivalitas panas itu juga diwarnai cerita tak terlupakan. Saat membela Persija dan bertandang ke Bandung, Budiman sempat merasakan teror dari suporter lawan. Ia bahkan mengingat momen ketika rombongan timnya mendapat lemparan pot bunga saat hendak masuk hotel.
Tak hanya itu, laga Persib melawan Persija juga menghadirkan kisah unik bagi Budiman karena harus berhadapan langsung dengan adiknya, Deden Suparhan, yang kala itu membela Persib. Keduanya sering beradu di sisi lapangan karena sama-sama bermain sebagai bek.
“Kebetulan saya bek kiri, dan adik saya bek kanan, jadi sering ketemu di atas lapangan. Malah kami juga sering berantem,” ujarnya sambil tersenyum mengenang masa lalu.
Meski merupakan produk asli Persib, Budiman justru mengaku kenangan terindahnya hadir saat membela Persija. Bersama Macan Kemayoran, ia merasakan gelar juara Liga Indonesia 2001. Bermain untuk Persija juga membentuk mentalnya, terutama saat menghadapi tekanan besar ketika bermain di Bandung.
Budiman pun mencatat rekor pribadi yang membanggakan. Selama memperkuat Persija, ia mengklaim tak pernah kalah saat bertanding di Bandung, termasuk saat laga digelar di Stadion Siliwangi.
Kini, Budiman Yunus tak hanya dikenal sebagai mantan pemain, tetapi juga pernah menjadi bagian dari Persib sebagai asisten pelatih dan caretaker. Rivalitas Persib dan Persija pun selalu membangkitkan nostalgia panjang dalam perjalanan karier sepak bolanya. (MG4)
Editor : Salma
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































