TIMETODAY.ID, JAKARTA — Aksi pemerasan dengan modus mengaku sebagai aparat penegak hukum kembali mengguncang Bogor Barat, Kabupaten Bogor. Kali ini, warga Kecamatan Sukajaya menjadi sasaran, memicu kepanikan hingga beberapa korban akhirnya melapor ke kepolisian.
Salah satu korban, Nino, menceritakan bahwa gerombolan pelaku tiba-tiba mendatangi rumahnya dengan mengaku berasal dari Polres, Polda, hingga Mabes Polri. Mereka menuntut uang dengan nada mengancam.
“Awalnya mereka datang ke rumah saya, langsung minta uang Rp100 juta. Katanya dari Polres dan Polda. Kalau tidak dibayar, saya akan dibawa ke Mabes Polri,” ujar Nino saat memberikan keterangan di Polsek Cigudeg, Minggu (4/12/2025).
Menurut Nino, negosiasi sempat dilakukan, dan nominal yang diminta turun menjadi Rp35 juta. Namun sebelum uang diserahkan, warga sekitar berdatangan karena mengetahui kejadian serupa menimpa warga lain.
Korban lain, Ica, mengaku telah menyerahkan sejumlah uang kepada para pelaku sebelumnya. Ia pun berani melapor setelah mendengar kabar pelaku melakukan hal serupa kepada warga Sukajaya lainnya.
“Mereka datang mengaku dari Polres, Polda, dan Mabes. Suami saya sedang sakit, katanya mau dibawa. Mereka awalnya minta Rp150 juta,” kata Ica.
Karena ketakutan, Ica hanya mampu memberikan Rp9 juta, dengan rincian Rp7 juta tunai dan Rp2 juta ditransfer. Namun, pelaku kembali menghubunginya untuk meminta tambahan uang.
“Saya sanggupi 9 juta, uang secara langsung 7 juta dan transfer 2 juta setelah itu dia nelepon lagi dan meminta uang kembali,” pungkas Ica.
Sementara itu, Kapolsek Cigudeg, AKP Budi Sehabudin, membenarkan dugaan pemerasan ini. Ia menyebut bahwa pelaku telah diamankan masyarakat setempat dan diserahkan ke pihak kepolisian.
“Ke Polres saja, sudah dibawa ke polres,” ujar AKP Budi saat dihubungi BogorToday.com, Minggu (3/1/2026) malam.
Peristiwa ini menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap modus pemerasan berkedok aparat, terutama yang menargetkan warga dengan situasi rentan.***
Editor : Syafira
Sumber : Bogortoday.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































