Natal 2025, Menag Tekankan Makna Solidaritas dan Ketahanan Keluarga

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar. Foto: Dok. Kemenag

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan ucapan selamat Natal 2025 dan berharap perayaan tahun ini menjadi momen lintas batas yang memperkuat solidaritas dan kemanusiaan.

Dalam keterangannya, Kamis (25/12/2025), Nasaruddin menekankan pentingnya keluarga sebagai pusat kasih dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

“Mari kita jadikan keluarga sebagai pelabuhan cinta yang menyelamatkan, sekaligus menjadi penjaga alam semesta yang Tuhan titipkan. Selamat Natal 2025 dan Menyambut Tahun Baru 2026,” ujarnya.

Advertisement

Selain itu, Nasaruddin mengajak umat Kristiani memanfaatkan momen Natal untuk berbagi doa dengan masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Baca Juga :  Transportasi Perintis Jadi Urat Nadi Pemulihan di 52 Daerah Terdampak Bencana Sumatera

Ia menekankan bahwa Natal bukan soal kemewahan perayaan, tetapi keberanian untuk peduli dan berbagi beban dengan mereka yang sedang terluka.

“Kekuatan Natal bukan pada kemewahan perayaan, melainkan pada keberanian untuk berbagi beban dengan mereka yang sedang terluka,” katanya.

Menag juga menyoroti tema Natal tahun ini, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, yang diangkat Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) bersama Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Menurut Nasaruddin, tema tersebut mengingatkan bahwa fondasi kehidupan berbangsa dimulai dari keluarga.

“Jika keluarga dipulihkan, maka gereja akan bertumbuh. Jika gereja kuat, masyarakat menjadi rukun. Dan jika keluarga-keluarga kita tangguh, bangsa ini akan menemukan kembali arah dan harapannya,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Apresiasi Gala Aksi dan Festival Anak Hebat SMP Puspanegara

Dalam konteks tantangan polarisasi, tekanan ekonomi, dan dampak bencana, Menag menekankan pentingnya rumah sebagai ruang aman bagi iman dan kemanusiaan.

Kementerian Agama pun menempatkan penguatan ketahanan keluarga sebagai agenda strategis untuk menanamkan nilai moderasi, empati, dan tanggung jawab sosial sejak dini.

“Keluarga yang sehat secara spiritual dan sosial adalah fondasi paling kokoh bagi Indonesia yang damai dan beradab,” tutup Nasaruddin.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel