Kesalahan Sepele di Dapur Ini Bisa Bikin Pisau Cepat Tumpul

Pisau
ilustrasi pisau di dapur. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA Pisau tajam dan berkualitas menjadi perlengkapan utama di dapur. Hampir semua proses memasak membutuhkan pisau yang mampu memotong bahan makanan dengan presisi. Namun, masih banyak orang yang tanpa sadar melakukan kesalahan dalam merawat pisau dapur. Akibatnya, pisau cepat tumpul, rusak, bahkan berujung dibuang.

Sejumlah koki profesional dan produsen pisau mengungkapkan, kerusakan pisau kerap dipicu oleh kebiasaan sepele yang dianggap wajar. Berikut rangkuman kesalahan perawatan pisau dapur yang paling sering diabaikan, sebagaimana dirangkum dari Eating Well.

1.Kesalahan Saat Digunakan

  • Memakai talenan yang tidak tepat
    Permukaan talenan berperan besar dalam menjaga ketajaman pisau. Koki sekaligus pemilik restoran Again, Chris Piro, menegaskan bahwa talenan berbahan keras seperti kaca, batu, atau plastik tipis dapat merusak mata pisau dengan cepat.

“Tidak ada yang lebih cepat merusak pisau selain permukaan keras. Pisau dirancang untuk memotong permukaan yang sedikit lentur, itulah mengapa talenan sama pentingnya dengan pisau itu sendiri,” ujar Piro.

Advertisement

Hal senada disampaikan Marc Wade dari Messermeister yang menyebut, jika talenan memiliki kekerasan setara mata pisau, kerusakan tak terhindarkan.

  • Menggunakan pisau sebagai alat serbaguna
    Kesalahan lain yang kerap dilakukan adalah memakai pisau untuk pekerjaan di luar fungsinya, seperti membuka kaleng, menghancurkan benda keras, atau bahkan memutar sekrup.
Baca Juga :  Biar Nggak Sumpek, Ini Barang yang Sebaiknya Disembunyikan di Dapur

“Pisau dibuat untuk memotong, mengiris, dan mencincang, bukan untuk pekerjaan rumah tangga lain. Kebiasaan ini bisa mengikis atau mematahkan mata pisau,” kata Hennessey.

  • Mengikis talenan dengan sisi tajam pisau
    Menggeser bahan makanan menggunakan sisi tajam pisau dapat membuat tepi bilah cepat aus. Untuk kebiasaan ini, disarankan menggunakan bagian belakang pisau atau alat khusus seperti bench scraper.

2. Kesalahan Saat Membersihkan Pisau

  • Mencuci pisau dengan cara yang salah
    Membersihkan pisau memang penting, namun cara yang keliru justru dapat mempercepat kerusakan. Wakil Presiden Mercer Culinary, Kim de la Villefromoy, menyarankan agar pisau dicuci secara manual dan segera dikeringkan setelahnya.

“Jangan menyimpan pisau dalam kondisi basah atau lembap karena dapat memicu karat,” ujarnya.

  • Memasukkan pisau ke mesin pencuci piring
    Mesin pencuci piring disebut sebagai salah satu musuh utama pisau dapur. Kepala koki The Archer, Paul Farmer, menilai mesin pencuci piring tak hanya menumpulkan pisau, tetapi juga berisiko membahayakan pengguna.

Selain itu, deterjen pencuci piring umumnya mengandung zat alkali kuat yang bersifat kaustik. Zat ini dapat merusak struktur karbon pada mata pisau, memicu retak korosi, dan melemahkan kekuatan baja, terutama pada suhu tinggi.

Baca Juga :  Rahasia Empuk dan Bebas Prengus: Cara Cerdas Rebus Daging Kambing di Rumah

3. Kesalahan Saat Penyimpanan dan Perawatan

  • Menyimpan pisau sembarangan di laci
    Menyimpan pisau tanpa pelindung di dalam laci membuat mata pisau saling berbenturan dengan benda lain. Selain mempercepat ketumpulan, kebiasaan ini juga meningkatkan risiko cedera.
  • Jarang mengasah pisau
    Tidak mengasah pisau secara rutin merupakan kesalahan paling umum. Padahal, memiliki alat pengasah sederhana sudah cukup untuk menjaga ketajaman pisau agar tetap optimal digunakan.

4. Kesalahan Saat Memilih Pisau

  • Memilih pisau dengan kualitas mata bilah rendah
    Kesalahan terakhir yang kerap luput disadari adalah pemilihan pisau itu sendiri. Koki nominasi James Beard, Christian Frangiadis, menilai kualitas baja sangat menentukan performa pisau.

“Saya percaya pada baja karbon berkualitas tinggi, terutama gaya Jepang. Pisau stainless memang lebih mudah dirawat, tetapi baja karbon memberikan ketajaman dan kontrol yang lebih baik,” ujarnya.

Dengan memahami dan menghindari kesalahan-kesalahan tersebut, pisau dapur tidak hanya lebih awet, tetapi juga lebih aman dan nyaman digunakan dalam aktivitas memasak sehari-hari.***

Editor : Syafira

Sumber : CNBCIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel