Jepang Panggil Dubes China usai Jet Tempurnya Dibidik Radar J-15 di Dekat Okinawa

Jepang
Jepang protes keras setelah jet tempurnya dibidik radar J-15 China di dekat Okinawa, ketegangan Laut China Timur kembali memanas. ( foto : pinterest )

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Ketegangan Jepang–China kembali memanas setelah insiden berbahaya di udara dekat Okinawa. Pemerintah Jepang resmi memanggil Duta Besar China untuk Tokyo, Wu Jianghao, pada Minggu (7/12), buntut bidikan radar pesawat tempur J-15 China terhadap jet F-15 Jepang sehari sebelumnya.

Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Funakoshi Takehiro menyampaikan protes keras kepada Beijing atas tindakan yang dinilai sangat provokatif itu.

“Pemanggilan dilakukan untuk menyampaikan protes keras bahwa tindakan berbahaya semacam itu sangat disesalkan,” ujar Funakoshi, sembari menegaskan bahwa China harus memastikan insiden serupa tak terulang di masa depan.

Advertisement
Baca Juga :  Benfica vs Real Madrid Jadi Laga Spesial bagi Jose Mourinho

Namun protes tersebut langsung dibalas oleh Beijing. Kementerian Luar Negeri China membantah tudingan Jepang dan justru melayangkan protes balik.

“Jepang sebaiknya segera menghentikan tindakan berbahaya yang mengganggu latihan militer biasa China,” kata juru bicara Kemenlu China.

Insiden radar lock-on itu terjadi di perairan internasional dekat Okinawa, ketika jet J-15 dari kapal induk Liaoning mengunci sistem radarnya ke F-15 Jepang. Meski tidak menimbulkan kerusakan maupun korban, tindakan itu dianggap sangat sensitif karena radar tembak merupakan sistem yang biasa digunakan untuk mengidentifikasi target dan mengarahkan senjata.

Baca Juga :  Pemkab Bogor dan DPRD Setujui Kebijakan Bersama demi Penguatan Layanan Publik dan Ketertiban

Ketegangan ini muncul hanya sepekan setelah kapal patroli Jepang dan China terlibat bentrok di sekitar Kepulauan Senkaku wilayah yang diklaim kedua negara di Laut China Timur. Jepang menyebut dua kapal China memasuki perairan teritorialnya, sementara China mengklaim kapal ikan Jepang yang melanggar wilayah mereka sehingga perlu diusir.

Situasi panas di Laut China Timur pun kembali menegaskan rentannya hubungan dua negara yang selama ini saling bersitegang atas klaim wilayah dan aktivitas militer di kawasan strategis tersebut. (MG4)

Editor : Salma

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel