Bukan Penyakit Orang Dewasa, Ini Sinyal Bahaya Gagal Ginjal pada Anak

gagal ginjal
ilustrasi ginjal. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Selama ini gagal ginjal kerap dilekatkan pada usia dewasa. Namun beberapa tahun terakhir, penyakit yang menyerang organ penyaring racun tubuh ini justru semakin sering ditemukan pada anak-anak. Sebuah ironi yang membuat banyak orang tua lengah—karena datangnya sering tanpa disadari.

Gagal ginjal terjadi ketika salah satu atau kedua ginjal tidak lagi menjalankan fungsinya secara optimal. Racun dan kelebihan cairan yang seharusnya dikeluarkan justru menumpuk di dalam tubuh.

Pada anak-anak, kondisi ini bukan hanya mengancam nyawa, tetapi juga dapat menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan mental, hingga kualitas hidup jangka panjang.

Advertisement

Dokter Spesialis Penyakit Dalam sekaligus edukator kesehatan, Christian Dion Saelan, menjelaskan bahwa penyebab gagal ginjal pada anak sangat beragam—dan tak selalu berkaitan dengan gaya hidup.

“Pasca infeksi streptokokus bisa menyebabkan glomerulonefritis. Selain itu, ada kelainan bawaan ginjal, penyakit autoimun, infeksi berat, dehidrasi akut, hingga kerusakan akibat obat,” ujarnya mengutip dari CNBC Indonesia, Kamis (4/12/2025).

Gagal Ginjal: Datang Mendadak atau Diam-diam Menggerogoti

Mengacu pada laman resmi RS Mitra Keluarga, gagal ginjal pada anak terbagi dalam dua jenis: akut dan kronis.

Gagal ginjal akut bisa muncul secara tiba-tiba—hanya dalam hitungan jam atau hari—dan sering dipicu infeksi berat, penyakit serius, atau komplikasi kesehatan tertentu. Tanpa penanganan cepat, risiko kematian pun meningkat tajam.

Sebaliknya, gagal ginjal kronis berkembang perlahan. Gejalanya kerap samar di awal sehingga hanya bisa dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium.

Baca Juga :  Mengenal Paraben, Bahan Pengawet yang Banyak Ditemukan dalam Kosmetik

Baik akut maupun kronis, tanda-tandanya hampir serupa. Orang tua perlu mewaspadai gejala seperti:

  • Pembengkakan pada kaki, tangan, dan wajah
  • Perubahan jumlah dan warna urine
  • Urine berbusa
  • Tekanan darah tinggi
  • Nafsu makan menurun
  • Mudah lelah
  • Demam
  • Kulit gatal
  • Sesak napas
  • Mual dan muntah
  • Berat badan turun
  • Sulit konsentrasi
  • Pertumbuhan anak terhambat

Setiap anak bisa menunjukkan kombinasi gejala yang berbeda. Karena itu, muncul lebih dari satu tanda sudah cukup menjadi alarm bagi orang tua untuk segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan.

Penyebab yang Kerap Tak Disadari

Selain infeksi dan kelainan bawaan, gagal ginjal juga bisa dipicu oleh:

  • Penyakit turunan
  • Sindrom nefrotik
  • Penyakit sistemik seperti lupus
  • Diabetes
  • Anemia sel sabit
  • Cedera berat dan luka bakar
  • Pascaoperasi
  • Refluks urine atau penyumbatan saluran kemih

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan, mulai dari tes darah dan urine, hingga USG, CT scan, MRI, bahkan biopsi ginjal bila diperlukan.

Jika dibiarkan, dampaknya sangat luas: pertumbuhan terhambat, gangguan metabolisme kalsium dan fosfat, gangguan hormon, anemia, hingga resistensi insulin.

Perjuangan Panjang Menghadapi Gagal Ginjal

Ketika diagnosis sudah ditegakkan, pengobatan menjadi perjalanan panjang yang tak mudah, baik bagi anak maupun orang tua. Beberapa metode penanganan yang umum dilakukan antara lain:

  1. Hemodialisis (Cuci Darah)
    Darah anak disaring melalui mesin khusus untuk membuang racun. Prosedur ini tidak menyembuhkan ginjal, tetapi membantu mempertahankan fungsi tubuh.
  2. Terapi Obat
    Termasuk pemberian eritropoietin untuk menangani anemia, vitamin D, serta obat pengontrol tekanan darah.
  3. Pengaturan Pola Makan
    Asupan garam dan potasium dibatasi, sementara protein diatur agar beban ginjal tidak semakin berat.
  4. Transplantasi Ginjal
    Ini menjadi pilihan terbaik untuk meningkatkan peluang hidup dan kualitas hidup anak dalam jangka panjang.
Baca Juga :  Ginjal Sehat Dimulai dari Pola Makan, Ini 7 Sayuran yang Disarankan

Pencegahan Jadi Kunci Utama

Christian menekankan bahwa pencegahan tetap menjadi senjata paling utama dalam melindungi ginjal anak.

“Hindari makanan kemasan, dan percayakan pengobatan ke dokter, bukan iklan, dan istirahat yang cukup,” katanya.

Berbagai jurnal medis juga menyarankan langkah pencegahan melalui:

  • Mengurangi makanan tinggi gula dan garam
  • Memastikan anak cukup minum air
  • Menjaga berat badan ideal
  • Mengajak anak rutin berolahraga
  • Menggunakan obat sesuai resep dokter
  • Menghindari fast food dan produk ultra-proses berlebihan

Orang tua juga diminta tidak menunda konsultasi bila anak mengeluhkan nyeri pinggang, perut samping, perubahan warna urine, pembengkakan, atau mengalami penurunan nafsu makan. Pemeriksaan lebih dini membuka peluang pemulihan yang jauh lebih besar.

Di balik wajah ceria anak-anak, ancaman gagal ginjal bisa mengintai secara diam-diam. Karena itu, kewaspadaan orang tua menjadi benteng pertama untuk melindungi masa depan mereka.***

Editor : Syafira

Sumber : CNBCIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel