TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ceker ayam bukan hanya jadi pelengkap mie ayam atau bahan sayur sop, tetapi juga disukai sebagai camilan oleh banyak orang. Meski begitu, ada anggapan bahwa bagian kaki ayam ini mengandung kolesterol tinggi. Lalu, apa kata ahli?
Kolesterol pada dasarnya dibutuhkan tubuh untuk membangun sel-sel sehat. Namun, kadar kolesterol yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Beberapa makanan diketahui memiliki kandungan kolesterol cukup besar, termasuk ceker ayam.
Ahli Gizi Universitas Muhammadiyah Surabaya, Tri Kurniawati, menjelaskan bahwa dalam 100 gram ceker ayam terdapat 84 mg kolesterol, atau sekitar 20 persen kebutuhan harian orang dewasa.
Selain itu, bagian ayam ini juga memiliki lemak tak jenuh sekitar 5,5 gram, setara dengan 60 persen dari kebutuhan harian.
“Jadi bila konsumsi ceker ayam dalam jumlah banyak atau sering akan menyebabkan peningkatan kolesterol yang bila terjadi secara terus-menerus akan menyebabkan badan mudah lelah bahkan pada akhirnya dapat menyebabkan gagal jantung atau stroke,” ujar Tri, dikutip dari laman UM Surabaya.
Meski demikian, Tri mengingatkan bahwa ceker ayam tak melulu soal kolesterol. Kandungan nutrisinya juga cukup lengkap. Dalam 100 gram ceker ayam, terdapat kadar air 65,08 persen, lemak 3,90 persen, protein 20,10 persen, dan kadar abu 8,16 persen. Ceker ayam juga memiliki 19 jenis asam amino, mulai dari asam aspartat hingga lisin.
Dari sisi manfaat, kolagen yang terdapat dalam ceker ayam juga disebut bermanfaat bagi kesehatan kulit. Laporan Healthline menunjukkan bahwa kolagen dapat membantu meningkatkan elastisitas, hidrasi, dan kepadatan kulit.
Dalam tinjauan terhadap 805 orang dari 11 penelitian, asupan kolagen menunjukkan hasil menjanjikan untuk proses penyembuhan luka serta memperlambat penuaan kulit.
Kolagen bekerja beriringan dengan asam hialuronat, molekul penahan air yang berperan penting dalam kesehatan kulit.
“Komponen terbesar penyusun ceker ayam adalah kolagen yaitu sebesar 5,64–31,39 persen atau sebesar 28,73–36,83 persen dari total protein,” kata Tri.
Menurutnya, ceker ayam tetap aman dikonsumsi selama jumlahnya wajar. Yang dimaksud wajar adalah tidak terlalu sering dan tidak dalam porsi berlebih.
“Dikatakan sering apabila konsumsi lebih dari tiga kali dalam satu minggu dan dalam jumlah yang lebih dari satu porsi dan secara terus menerus,” jelas Tri.
Dengan kata lain, ceker ayam bisa menjadi sumber manfaat kesehatan jika dikonsumsi bijak, bukan berlebihan.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































