Hadiah Mewah dan Dugaan Suap, Pemimpin Gereja Unifikasi Masuk Meja Hijau

Gereja
Pimpinan Gereja Unifikasi Korsel, Han Hak-ja, hadir di kantor Kejaksaan Distrik Seoul. Foto: Reuters

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pemimpin Gereja Unifikasi, salah satu gereja terbesar di Korea Selatan yang kerap dianggap menyerupai kultus, Han Hak Ja, menjalani persidangan pada Senin (1/12) waktu setempat. Ia didakwa menyuap mantan Ibu Negara Korsel, Kim Keon Hee, dengan hadiah-hadiah mewah, termasuk tas desainer dan kalung berlian.

Penangkapan Han pada September lalu mengguncang Gereja Unifikasi, yang mengklaim memiliki 10 juta pengikut di seluruh dunia sekaligus mengendalikan jaringan bisnis yang luas.

Han, 82 tahun, yang dikenal sebagai “ibu suci” oleh para pengikutnya, juga menghadapi tuduhan korupsi karena diduga memberikan uang tunai kepada seorang anggota parlemen yang terkait dengan mantan Presiden Yoon Suk Yeol, suami Kim Keon Hee, yang juga didakwa terkait kasus suap dan manipulasi pasar saham.

Advertisement
Baca Juga :  Pemkab Bogor Libatkan Ulama Tentukan Nama Masjid Raya Pakansari

Pada Senin (1/12), tim pengacara Han membantah tuduhan tersebut. Mereka menegaskan bahwa klien mereka tidak pernah menyuap mantan Ibu Negara atau anggota parlemen.

“Hadiah-hadiah itu diatur oleh seorang mantan pejabat gereja yang bertindak secara independen dan tanpa sepengetahuan Han,” ujar tim pengacara, dikutip dari laporan kantor berita Yonhap dan AFP.

Jaksa penuntut menolak klaim tersebut. Mereka menyebut dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan Han sebagai “sangat mengerikan”.

Jaksa menambahkan, dana yang dikumpulkan dari anggota Gereja Unifikasi—meski banyak yang mengalami kesulitan finansial—diduga digunakan untuk “pembayaran jaminan dan ikatan politik terlarang.”

Dalam dakwaan, Han dituduh memberikan barang-barang mewah senilai sekitar 82 juta Won kepada Kim Keon Hee dan berkonspirasi membayar 100 juta Won kepada seorang anggota parlemen dari Partai Kekuatan Rakyat pada 2022 untuk mendukung Yoon yang memenangkan kursi kepresidenan pada tahun itu.

Baca Juga :  Lee Je Hoon Siap Menjadi ‘Hadiah’ Spesial untuk Fans di Fan Meeting 28 Februari

Persidangan terpisah untuk dugaan pelanggaran undang-undang partai politik dijadwalkan mulai 9 Desember mendatang. Jaksa menilai Han juga mengarahkan lebih dari 2.000 anggota gereja untuk mendaftar ke Partai Kekuatan Rakyat menjelang konvensi partai, dengan tujuan memengaruhi hasil pemilihan.

Han mengambil alih kepemimpinan Gereja Unifikasi setelah kematian suaminya, Moon Sun Myung, pendiri gereja pada 1954. Moon semasa hidup ditolak oleh gereja Protestan arus utama, terutama setelah mengklaim sebagai kedatangan Yesus Kristus yang kedua.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel