
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Australia bersiap mencatat sejarah baru dalam dunia militer. Drone tempur canggih MQ-28 Ghost Bat akan melakukan uji tembak rudal AIM-120 AMRAAM, menjadikannya sistem udara nirawak (UAS) pertama yang diuji dengan senjata udara-ke-udara tersebut.
Angkatan Udara Kerajaan Australia (RAAF) sebelumnya telah melakukan uji fungsi Ghost Bat pada September lalu sebagai bagian dari validasi sebelum pesawat nirawak itu masuk ke tahap operasional penuh. Saat ini, RAAF mengoperasikan sejumlah kecil unit untuk memastikan seluruh kapabilitasnya memenuhi standar tempur.
Bulan depan, RAAF bersama Boeing dijadwalkan melangkah ke fase yang lebih maju dengan menguji kemampuan Ghost Bat meluncurkan amunisi berteknologi tinggi.
Uji Tembak Rudal Canggih
Dalam agenda menjelang Pameran Kedirgantaraan Dubai 2025, Presiden dan CEO Boeing Defense, Space, and Security, Steve Parker, memastikan uji tembak tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.
Menurut Parker, pengujian Ghost Bat akan melibatkan AIM-120 Advanced Medium Range Air-to-Air Missile (AMRAAM), salah satu rudal udara-ke-udara paling andal yang digunakan militer AS.
Sebelumnya, Boeing telah mengindikasikan bahwa Ghost Bat akan mulai menembakkan senjata aktif antara akhir 2025 hingga awal 2026. Sejauh ini, UAS tersebut telah diuji dalam berbagai skenario tempur bersama pesawat lain seperti E-7 airborne early warning and control, lengkap dengan misi simulasi.
Uji tembak langsung menjadi langkah penting untuk menentukan kelayakan Ghost Bat sebagai pesawat tempur kolaboratif (Collaborative Combat Aircraft/CCA).
Boeing menyebut MQ-28 memiliki performa “seperti jet tempur” dengan jangkauan operasional lebih dari 2.000 mil laut (3.704 km)—kemampuan yang sangat relevan bagi negara-negara yang beroperasi di kawasan luas seperti Indo-Pasifik.
Parker menyatakan Ghost Bat dirancang sebagai kekuatan tempur tambahan yang terjangkau namun berkapabilitas tinggi.
“Saya pikir Ghost Bat kami berada pada posisi yang unik di sini, baik dari perspektif udara-ke-udara [maupun] udara-ke-darat, serta semua hal yang telah kita bicarakan, mulai dari muatan peperangan elektronik (EW), radar, dan sebagainya,” ujarnya.
Namun, ia mengakui implementasi konsep pesawat tempur kolaboratif masih membutuhkan penyesuaian.
“Fakta yang jelas adalah pelanggan masih mencoba menentukan bagaimana mereka akan menggunakan CCA ini, taktik, dan apa yang mereka butuhkan,” kata Parker.
Jika pengujian di Australia berjalan mulus, Angkatan Laut maupun Korps Marinir AS disebut-sebut berpotensi ikut melirik Ghost Bat sebagai aset baru.
Spesifikasi AIM-120 AMRAAM
Rudal AIM-120 AMRAAM—yang akan digunakan dalam uji tembak—merupakan senjata udara-ke-udara berpemandu radar aktif segala cuaca. Rudal ini menjadi salah satu andalan utama militer AS selain AIM-9X Sidewinder.
Karakteristik AIM-120 AMRAAM:
- Tahun diperkenalkan: 1991
- Hulu ledak: Blast fragmentation
- Sistem pemandu: Radar aktif terminal / inersia
- Panjang: 366 cm
- Rentang sayap: 52,58 cm
- Berat: 150,75 kg
- Kecepatan: Mach 4 (sekitar 4.989 km/jam)
- Jangkauan: 120–160 km
- Harga satuan: US$ 1.095.000
Editor : Syafira
Sumber : Okezone.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































