Prabowo Dijadwalkan Resmikan Proyek RDMP Balikpapan Desember 2025

Prabowo
Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. YouTube Setpres

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada Desember 2025. Proyek strategis nasional yang disebut sebagai calon kilang terbesar di Indonesia ini kini memasuki tahap akhir penyelesaian.

RDMP Balikpapan mencakup pembangunan fasilitas produksi serta infrastruktur pendukung, termasuk oil storage berkapasitas 2 juta barel. Pemerintah berharap kilang dapat beroperasi pada akhir 2025 untuk memenuhi sekitar 22–25% kebutuhan BBM nasional.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mengatakan kunjungannya ke Balikpapan dilakukan untuk memastikan progres proyek sebelum diresmikan Presiden.

Advertisement

“Kunjungan kita kali ini untuk melihat kesiapan produksi Kilang Balikpapan yang direncanakan akan diresmikan oleh Bapak Presiden. Peresmian fasilitas oleh Bapak Presiden akan kami usulkan berdasarkan kesiapan yang ada di lapangan,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Baca Juga :  Di Tengah Geopolitik Memanas, Prabowo Hadiri KTT ASEAN 2026

Menurut Yuliot, pekerjaan tersisa hanya pada bagian detail dan bukan pada komponen utama kilang.

“Jadi, untuk kesiapan secara fasilitas masih ada penyempurnaan sekitar 1–2% yang kita harapkan dalam beberapa hari ke depan itu bisa diselesaikan 100% sehingga siap untuk diresmikan. Yang 1,5% itu ada detail-detail pekerjaan saja,” jelasnya.

Proyek RDMP Balikpapan merupakan salah satu investasi terbesar BUMN, dengan nilai mencapai USD 7,4 miliar atau sekitar Rp126 triliun. Pengembangan kilang ini diharapkan memperkuat ketahanan energi sekaligus menekan impor BBM.

“Salah satu fasilitas yang ada di sini akan menyediakan energi… kita mendukung sepenuhnya visi Bapak Presiden yaitu ketahanan energi dan bagaimana ketahanan energi ini akan mendukung ketahanan nasional,” kata Yuliot.

Baca Juga :  Jelang Idulfitri, Prabowo Kumpulkan Kabinet Merah Putih di Istana

Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Taufik Aditiyawarman, menambahkan bahwa beberapa tahapan penting telah dilalui, termasuk pengoperasian awal unit utama Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) pada 10 November 2025. Unit tersebut menjadi kunci produksi BBM berstandar setara Euro V.

“RFCC tidak hanya meningkatkan efisiensi dan kualitas produk, tetapi juga memperbesar nilai tambah dari sumber daya alam dalam negeri,” ujar Taufik.

Saat beroperasi penuh, Kilang Balikpapan tidak hanya memproduksi BBM ramah lingkungan tetapi juga mengolah residu menjadi produk petrokimia bernilai tinggi seperti propylene dan ethylene. Kedua bahan baku industri ini selama ini banyak dipenuhi lewat impor.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel