Erupsi Besar Gunung Semeru: 178 Pendaki Terjebak, 300 Warga Mengungsi

Gunung Semeru
Gunung Semeru meletus dahsyat. Foto: Dok Istimewa/Tangkapan layar

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Gunung Semeru di Jawa Timur meletus dahsyat pada Rabu (19/11/2025). Erupsi yang menyemburkan awan panas hingga belasan kilometer itu membuat status gunung tertinggi di Pulau Jawa itu dinaikkan ke level IV atau Awas. Warga di sejumlah desa pun berteriak histeris dan berlarian menyelamatkan diri.

  1. Awan Panas Meluncur 5,5 Km dari Kawah

Luncuran awan panas guguran (APG) terdeteksi sejauh 5,5 kilometer dari kawah menuju Besuk Kobokan. Kolom abu tampak kelabu pekat dan condong ke barat laut–utara.
Erupsi tercatat alat seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm selama 16 menit 40 detik.

“Gunung Semeru meluncurkan awan panas guguran sejauh 5,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan,” kata Kepala BPBD Lumajang Isnugroho.

Advertisement
  1. Status Ditingkatkan ke Level IV (Awas)

Badan Geologi meningkatkan status dari Level III (Siaga) ke Level IV (Awas) pada pukul 17.00 WIB.

Baca Juga :  Gunung Dukono Kembali Erupsi, Kolom Abu Mencapai 1.600 Meter

Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 8 km dari puncak serta diminta mewaspadai potensi APG, guguran lava, dan aliran lahar di sungai-sungai berhulu Semeru.

  1. Warga Berteriak Histeris, APG Tembus 13 Km

Video yang beredar menunjukkan kepanikan di sekitar Jembatan Gladak Perak saat awan panas melesat cepat menyapu lembah di bawahnya.
Warga yang semula mengamati dari kejauhan mendadak berhamburan menyelamatkan diri.

Ada yang memanggil anggota keluarga, ada yang mengarahkan warga lain naik ke tempat lebih tinggi, sementara pengendara motor mengebut menjauhi lokasi.

Awan panas dilaporkan mencapai 13 kilometer, mengarah ke aliran Sungai Curah Kobokan dan Kali Lanang.
Warga Dusun Kamar A dan Kamar Kajang di Desa Supit Urang langsung panik dan mengungsi.

“Warga berlarian mencari lokasi aman. Aktivitas penambang pasir juga langsung dihentikan,” cerita Ali Murtopo, warga Desa Sumber Sari.

  1. Jalur Pendakian Ditutup Total
Baca Juga :  Muhammadiyah Soroti Joget Biduan dalam Peringatan Isra Mikraj di Banyuwangi

Balai Besar TNBTS menutup seluruh aktivitas pendakian Semeru, termasuk jalur menuju Ranu Kumbolo.

Keputusan ini mengikuti rekomendasi Badan Geologi terkait potensi bahaya erupsi dan luncuran material.

Masyarakat juga diminta mewaspadai zona sektoral sejauh 20 km ke arah selatan–tenggara yang berpotensi menjadi aliran material vulkanik.

  1. Lumajang Tetapkan Tanggap Darurat 7 Hari

Pemkab Lumajang menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 19–25 November 2025.

Bupati Indah Amperawati meminta seluruh camat dan kepala desa mengamankan warga serta melakukan koordinasi ketat.

  1. 178 Pendaki Tertahan di Ranu Kumbolo

BNPB memastikan 178 pendaki tertahan di Ranu Kumbolo.
Tim evakuasi akan diberangkatkan dan dipimpin Deputi 1 BNPB.
Hingga kini, 300 warga juga dilaporkan mengungsi di tiga titik:

  • Balai Desa Oro-oro Ombo (±200 jiwa)
  • Balai Desa Penanggal (dalam pendataan)
  • SDN 2 Supiturang (±100 jiwa)

Belum ada laporan korban jiwa, namun pemantauan terus dilakukan.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel