Alumnus ITB Berbagi Pengalaman Raih Beasiswa GKS dan Tips Lolos Seleksi

ITB
Jane Rahel Limawan (kanan) berpartisipasi dalam upacara penerimaan beasiswa GKS. Foto: dok. Institut Teknologi Bandung

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Alumnus Rekayasa Hayati Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2020, Jane Rahel Limawan, membagikan pengalamannya meraih Global Korea Scholarship (GKS) sekaligus memberikan tips bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri.

Jane kini resmi menjadi awardee GKS dan bersiap menempuh studi S2 di Pohang University of Science and Technology (POSTECH), Korea Selatan.

Keinginan melanjutkan pendidikan S2 sudah muncul sejak ia menyelesaikan S1. Jane mengaku merasa ilmu yang diperolehnya masih terbatas untuk diterapkan di industri. Karena itu, keputusan mendaftar beasiswa segera setelah lulus dinilainya sebagai langkah tepat karena tidak terganggu oleh persiapan tugas akhir.

Advertisement

Pemikirannya semakin matang ketika ia memilih Korea Selatan sebagai tujuan studi. Menurutnya, negeri ginseng memiliki kemajuan teknologi yang relevan dengan minat akademiknya, terutama clean energy, yang berfokus pada hidrogen dan teknologi sel bahan bakar.

Selain faktor akademis, ia juga menyoroti budaya, fasilitas umum, dan kualitas hidup yang membuatnya mantap menjadikan Korea Selatan sebagai destinasi studi.

Baca Juga :  65 Siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Bogor Akan Dapat Makan Gratis Mulai Agustus

Dari proses pencarian, Jane akhirnya mengenal Global Korea Scholarship, beasiswa dari National Institute for International Education (NIIED) di bawah Kementerian Pendidikan Korea Selatan. Program ini menanggung biaya kuliah, uang saku, visa, hingga tiket pesawat tanpa ikatan dinas.

Setelah diterima, seluruh awardee diwajibkan mengikuti kelas bahasa Korea selama satu tahun sebelum memasuki perkuliahan S2 di kampus masing-masing. Saat ini, Jane sedang menjalani program bahasa tersebut dan mengaku tidak mengalami kendala berarti selain adaptasi linguistik.

Tips Mendaftar GKS ala Jane Rahel Limawan

1. Persiapan Dokumen Sejak Awal

Menurut Jane, dokumen adalah fondasi terpenting dalam pendaftaran.

“Menulis personal statement dan study plan butuh refleksi diri. Sebaiknya dicicil lebih awal. Selain itu, jangan lupa menyiapkan surat rekomendasi dosen,” tuturnya.

Baca Juga :  Lucinta Luna Jadi Sorotan Usai Salat Id di Luar Negeri, Ini Alasannya

2. Hubungi Profesor Calon Pembimbing

Ia menekankan pentingnya komunikasi dengan calon profesor sejak awal, termasuk menanyakan ketersediaan membimbing dan topik riset.

“Jika memungkinkan minta personal recommendation letter karena dapat meningkatkan peluang diterima,” ujarnya.

3. Siapkan Sertifikat Bahasa

Meskipun tidak selalu wajib, sertifikat IELTS/TOEFL atau TOPIK dapat meningkatkan nilai tambahan hingga 10 persen.

4. Menabung untuk Biaya Persiapan

Jane mengingatkan bahwa biaya tes bahasa hingga pengiriman dokumen cukup besar, sehingga calon pendaftar perlu menabung sejak dini.

5. Temukan Motivasi dan Tujuan Studi

Ia menilai motivasi yang kuat akan mempermudah proses persiapan.

Beasiswa, menurutnya, tidak selalu mencari kandidat yang sempurna, tetapi yang tujuannya selaras dengan visi lembaga pemberi.

Karena itu, Jane berpesan agar calon pendaftar tidak ragu mencoba berbagai peluang beasiswa. Ia menekankan pentingnya melepas rasa minder dan tetap percaya diri.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel