Bawang Merah dan Demam Anak, Tradisi Turun-Temurun yang Perlu Diwaspadai

bawang merah
ilustrasi bawang merah. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Penggunaan bawang merah untuk menurunkan panas anak menjadi salah satu tradisi turun-temurun di Indonesia. Cara ini biasanya dilakukan dengan mengoleskan parutan atau irisan bawang merah ke tubuh anak atau mencampurnya dengan minyak alami. Meski populer, efektivitas dan keamanannya masih menjadi perhatian medis.

“Meski banyak yang merasa cara menurunkan panas anak dengan bawang merah bisa membuat kondisi tubuh membaik, efektivitasnya tetap belum bisa dibuktikan,” tulis Alodokter.

Metode ini berakar dari kepercayaan masyarakat yang menganggap bawang merah bisa “menarik panas” dari tubuh dan melancarkan peredaran darah di kulit anak. Keyakinan ini sering membuat cara ini menjadi pilihan pertama ketika obat penurun panas tidak tersedia di rumah.

Advertisement
Baca Juga :  Rambut Rontok Bisa Dimulai dari Kulit Kepala, Begini Cara Merawatnya

Bawang merah memang mengandung antioksidan, minyak atsiri, dan senyawa antiradang ringan, tetapi manfaat tersebut lebih terbukti saat dikonsumsi, bukan dioleskan di kulit. Belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa pengolesan bawang merah dapat menurunkan suhu tubuh anak.

Penggunaan langsung bawang merah pada kulit, khususnya bayi dan balita, dapat menimbulkan risiko iritasi, rasa panas, hingga alergi seperti gatal atau bentol. Pada kulit yang terluka atau sangat sensitif, efek ini bisa memperparah ketidaknyamanan anak.

Ahli kesehatan menekankan, bawang merah sebaiknya hanya dijadikan perawatan tambahan, bukan pengganti obat penurun demam seperti paracetamol.

Bagi orang tua yang ingin tetap mencoba, beberapa langkah aman yang disarankan antara lain: memilih bawang merah segar, menghaluskannya, mencampurnya dengan minyak alami seperti minyak kelapa atau telon, dan mengoleskannya tipis-tipis di punggung, dada, atau telapak kaki anak. Hindari area wajah, leher, dan kulit yang terluka. Jika muncul iritasi atau ruam, segera hentikan penggunaan dan bersihkan kulit anak.

Baca Juga :  Tiga Pemain Diaspora Timnas Cedera Jelang Hadapi Arab Saudi, Kluivert Dihadapkan pada Dilema

Selain itu, anak tetap perlu mendapatkan cukup cairan dan istirahat. Jika demam tidak turun dalam 2–3 hari, suhu tubuh di atas 39°C, muncul kejang, atau anak tampak lemas dan sulit bangun, segera bawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Tradisi turun-temurun ini mencerminkan upaya orang tua menjaga anak, namun tetap perlu dibarengi kehati-hatian agar metode alami tidak membahayakan kesehatan buah hati.***

Editor : Syafira

Sumber : alodokter.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel